Sekda Ajak Seluruh ASN Sukseskan BIAN

Sekda Aceh, dr.Taqwallah, M.Kes, didampingi para Asisten, Staf Ahli Gubernur Aceh dan Kepala Biro Setda Aceh, mengikuti Zikir dan Doa bersama memohon dijauhkan dari wabah dan bencana Covid-19 di Ruang Potensi Daerah, Selasa, 24/5/2022. Zikir dan Doa ini juga diikuti secara virtual oleh seluruh ASN Pemerintah Aceh dari kantor masing-masing.

KBRN, Banda Aceh : Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara di jajaran Pemerintah Aceh untuk menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang akan berlangsung selama bulan Mei 2022 ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Taqwallah, dalam arahannya usai pelaksanaan dzikir dan do’a jajaran Aparatur Sipil Negara Pemerintah Aceh, di ruang Potensi Daerah Setda Aceh, Selasa (24/5/2022) pagi.

“Mari kita sukseskan bersama pelaksanaan BIAN. Kepada baoak ibu yang memiliki anak atau cucu, segera kunjungi gerai vaksinasi untuk mendapatkan vaksin. Vaksinasi adalah langkah pencegahan atau ikhtiar kita untuk membentuk generasi yang sehat,” ujar Sekda.

Sekda menekankan, kesuksesan BIAN adalah kunci sukses menekan penyebaran campak, polio, pertusis, rubela, difteri, hepatitis B, pneumonia dan meningitis. Oleh karena itu, sosialisasi efektif dan pendekatan humanis dari para petugas kesehatan menjadi penting untuk membangun kesadaran masyarakat.

Untuk diketahui bersama, akumulasi anak yang tidak mendapat imunisasi rutin lengkap mengakibatkan tidak terbentuknya kekebalan kelompok atau Herd Immunity. Hal ini berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) bahkan Wabah.

Jika gagal menyukseskan BIAN, maka Indonesia dan Aceh akan berisiko gagal mencapai target eliminasi Campak rubela pada tahun 2023, gagal mempertahankan Indonesia Bebas Polio yang telah dicapai sejak 2014.

“Oleh karena itu, Bulan Imunisasi Anak Nasional merupakan solusi untuk mencegah meluasnya berbagai virus tersebut. Imunisasi Campak Rubela ini akan menyasar anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Mari kita sukseskan bersama,” imbau Sekda.

Sebagaimana diketahui, Bulan Imunisasi Anak Nasional terdiri dari 2 kegiatan, yaitu Imunisasi tambahan (Campak Rubela), dan Imunisasi kejar/catch up (OPV: polio tetes, IPV: Polio suntik, dan DPT-HB-Hib: Difteri Pertusis Tetanus-Hepatitis B-Hemofilus Influenza). Imunisasi kejar berupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi untuk melengkapi status imunisasi dasar maupun lanjutan bagi anak yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia.

Imunisasi tambahan adalah pemberian 1 dosis imunisasi Campak-Rubela tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Nantinya, kegiatan BIAN dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan yaitu Puskesmas, Puskesmas pembantu, Rumah Sakit Pemerintah, Rumah Sakit Swasta, Rumah Sakit/klinik TNI dan POLRI, Klinik, Praktik Dokter Swasta, Tempat Praktik Mandiri Bidan dan Fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Selain di fasilitas pelayanan kesehatan, BIAN juga dapat dilakukan di pos pelayanan imunisasi seperti Pos pelayanan di sekolah atau satuan pendidikan maupun pesantren dan Pos pelayanan komunitas seperti di Posyandu.

Kamis (19/5) lalu, Sekda Aceh, didamping Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri, Kadiskes Aceh Utara Amir, Ketua TP PKK Aceh Utara Cut Ratna, melaksanakan Pencanangan BIAN di Dayah Daru Huda Paloh Gadeng Aceh Utara.

Seperti biasa, usai dzikir dan do’a, Sekda menyapa sejumlah instansi. Hari ini Sekda menyapa SMAN 1 Gunung Meriah, SMKN 3 Takengon dan SMAN 1 Montasik. Ada satu berita gembira di SMKN 3 Takengon. Sekolah ini sudah menjual jasa service panggilan untuk perbaikan sepeda motor.

Para peserta dzikir dan do’a rutin menyampaikan apresiasi atas dedikasi para penjaga hutan dan penjaga pintu air, yangbharus siaga di saat dibutuhkan dengan rutinitas yang penuh resiko seperti penjaga hutan dan penjaga pintu air.

Salah satunya adalah Musrin, Kepala SMAN 1 Gunung Meriah Singkil. “Salut dan apresiasi kami kepada para penjaga pintu air, kami tahu kerja bapak tidak mudah saat hujan bapak-bapak harus memastikan aliran air berjalan normal agar tidak terjadi banjir di sawah warga. Demikian pula dengan para Polhut,” ujar Musrin.

Sebelumnya, Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan wilayah III dan Suraisun seorang Tenaga Pengamanan Hutan serta Kepala UPTD Pengelolaan Irigasi Wilayah III dan Abubakar seorang petugas Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Rawa Keuteungga, menyampaikan testimoni tentang suka duka selama bertugas.

“Saat ini setiap kita menjalankan takdir masing-masing. Mari laksanakan dengan penuh tanggungjawab profesi kita, Insya Allah, setiap aktivitas yang kita kerjakan dengan penuh tanggungjawab akan menjadi ladang amal bagi kita,” pungkas Sekda.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar