Melawan Hoaks soal Covid-19 Seperti Melawan Hantu

Foto Ilustasi. Ist

KBRN, Banda Aceh : Banyaknya hoaks atau kabar palsu terkait pandemi virus corona covid-19 merupakan tantangan tersendiri bagi platform media sosial. Terlebih bentuk misinformasi terkait covid-19 sangat beragam.

Sejak awal pandemi covid-19, platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, hingga Youtube mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi hoaks. Mereka menandai, menurunkan konten, hingga menghapus akun yang menyebarkan informasi hoaks tersebut.

Namun untuk menghentikan atau mengurangi hoaks tentu tidak mudah. Pasalnya ada sebagian konten misinformasi yang memang tidak melanggar aturan kebijakan yang diterapkan.

"Faktanya platform media sosial seperti melawan hantu. Mereka melawan sosok yang tak berwujud. Tidak ada orang di luar sana yang benar-benar berkata anti-vaksin yang melanggar hukum," ujar David Broniatowski, epidemiolog dari George Washington University dilansir Vox.

"Kebanyakan dari mereka cuma bilang 'Anda tahu vaksin covid-19 terbuat dari apa?' dan itu bukan misinformasi sebenarnya. Namun sesungguhnya konten atau status seperti itu mengurangi kepercayaan pada vaksin," katanya menambahkan.

Ambiguitas untuk konten atau postingan seperti di atas tentu membuat platform media sosial kesulitan melawannya. Apalagi konten seperti anti-vaksin misalnya dibuat dalam bentuk meme, humor, opini atau debat.

Khusus di Indonesia, Juru Bicara dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi mengatakan, dari sisi topik hoaks yang beredar, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat ada lebih dari 2 ribu topik hoaks mengenai covid-19.

Dedy menambahkan, hingga 20 Desember 2020, Kominfo telah menemukan adanya 38 hoaks mengenai vaksin covid-19 dan 16 diantaranya muncul di bulan Desember.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00