Hoax : Ibu-ibu Culik Anak di Aceh dengan Modus Bius 

Hoax : Ibu-ibu Culik Anak di Aceh dengan Modus Bius. Foto : Ist

KBRN, Banda Aceh : Beredar berita bohong atau hoax di media sosial tentang seorang ibu-ibu di kawasan Sibreh, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar yang melakukan penculikan dengan cara membius korban. 

"Sedikit peringatan untuk kita wali murid semua. Siang tadi di Sibreh ada kejadian ibu-ibu melakukan aksinya hendak membius anak-anak yang sedang bermain untuk diculik." begitulah pesan berantai yang beredar di WhatsApp seperti yang dilihat rri.co.id, Selasa (4/1/2022). 

Masih dalam pesan WhatsApp "untung ada yang melihat dan ibu tersebut sudah diamankan. Dan setelah diperiksa di dalam tas terdapat obat bius yang digunakan untuk melancarkan aksinya. Setelah diintrogasi oleh pihak kepolisian ternyata ibu itu tidak sendiri, mereka dikirim dari medan dengan jumlah ratusan yang disebar ke wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Semoga anak-anak kita dijauhkan dari marabahaya." 

Info yang benar 

Ternyata info tersebut tidak benar. Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Aceh Besar AKP Zeska Julian Taruna Wijaya memastikan info tersebut adalah hoax. 

"Hoax, ibu itu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan sudah dikembalikan kekeluarganya. Warga Punge Jurong," kata Zeska Selasa (4/1/2022). 

Zeska menjelaskan kronologi kejadian pada hari ini Senin tanggal 03 Januari 2022 sekira pukul 12.30 Wib, Personil Polsek Sukamakmur menerima laporan dari masyarakat desa Tampok Jeurat Raya Kec. Sukamakmur Kab. Aceh Besar bahwa adanya seorang perempuan yang diduga Orang dengan Gangguan jiwa (ODGJ) tanpa identitas yang memasuki desa tampok jeurat raya kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar sehingga meresahkan masyarakat. 

"Selanjutnya personil piket Polsek Sukamakmur menuju TKP dan mengamankan seorang Wanita yang belum diketahui identitasnya," kata Zeska. 

Adapun hasil interogasi pers Polsek Sukamakmur kepada seorang wanita tersebut mengakui bernama AM Alamat Desa Punge Jurong Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. 

Sekira pkl. 13.00. Wib, Kapolsek Sukamakmur melakukan koordinasi dengan Kapolsek Ulee lhee Iptu. Helmi untuk mengecek kebenaran perempuan tersebut kepada Keucik/Kepala desa Punge Jurong Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. 

"Dari hasil koordinasi pihak Keucik dan keluarga mengakui bahwa foto dan nama yang dikirim oleh Kapolsek Sukamakmur adalah benar Warga desa punge Jurong Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh," ujarnya. 

Sekira pukul 15.00. Wib, Keucik desa punge jurong bersama pihak keluarga tiba dimapolsek Sukamakmur untuk menjemput keluarganya atas nama AM , pihak keluarga menjelaskan bahwa AM sudah sekitar 19 tahun mengalami gangguan jiwa dan pernah dilakukan pengobatan dirumah sakit jiwa RSJ Banda Aceh. 

Namun setelah adanya perubahan dilakukan rawat oleh pihak keluarga didesa Punge Jurong Kec. Meuraxa Kota Banda Aceh, kemudian pihak keluarga menjelaskan bahwa AM sering keluar dari rumah tanpa menggangu orang lain dan seperti biasanya kembali kerumah adiknya 

"Selanjutnya dilakukan serah terima AM oleh Pers Polsek Sukamakmur kepada pihak keluarganya disaksikan oleh Keucik Desa Punge Jurong Kec. Meuraxa Kota Banda Aceh dengan keadaan sehat dan lengkap," pungkas Zeska. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar