FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Kisah Nuriana, Bertahan di tengah Gempuran Pandemi

Kelompok UMKM Kakemer lewat Usaha pengolahan ikan laut yang digeluti Nuriana bersama lima temannya di Gampong Kebun Merica Kecamatan Sukakarya Kota Sabang, Provinsi Aceh.

KBRN, Sabang : Hidup segan, mati tak mau. Pribahasa itu barangkali pas untuk menggambarkan perjalanan Kelompok Kakemer di tengah pendemi. Usaha pengolahan ikan laut yang digeluti Nuriana bersama lima temannya di Gampong Kebun Merica Kecamatan Sukakarya Kota Sabang, Provinsi Aceh itu, terhempas badai corona. Namun Pertamina, melalui Pemberdayaan Masyarakat Program Olahan Ikan menenangkan perahu mereka.

Angka-angka rupiah yang didapat Nuriana bersama Kakemer tidak secantik dulu. Pandemi dan iklim yang tidak menentu, membuat jalan mereka tersendat. Kepada RRI di Sabang, Senin (30/11/2020) Nuriana mengungkapkan, dirinya dan teman-temannya mampu membuat banyak produk olahan, namun pandemi membatasi kreatifitas mereka hanya dalam renyahnya kerupuk ikan.

Modal yang sulit menjangkau harga bahan baku, jadi dilema bagi Kakemer untuk mengembangkan usaha mereka. Bila bahan baku cukup, Nuriana dan teman-temannya sebenarnya bisa memproduksi kerupuk dua kali seminggu dengan pendapatan bersih Rp 300 ribu per orang

Kesulitan modal usaha yang dihadapi Kelompok Kakemer terdengar oleh PT Pertamina Persero. Perusahaan plat merah ini lantas mencari keberadaan kelompok Nuriana ini untuk dimasukan ke dalam kelompok penerima bantuan CSR lewat program pengolahan ikan dalam skema ring I Pertamina.

Rafiq, pembina kelompok Kakemer mengungkapkan, tidak cuma menerima bantuan modal usaha, kelompok binaannya itu juga mendapat pelatihan pengolahan ikan.

Seperti usaha lainnya, diawal fase kedua bangkitnya Kakemer, pengolahan produk ikan kelompok ini juga mengalami naik turun. Namun, tekad untuk menciptakan inovasi baru oleh-oleh khas Sabang melalui dukungan Pertamina menguatkan semangat mereka.

Pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan ikan sebagai oleh-oleh khas Sabang adalah jalan keluar dari Pertamina untuk melajukan gerak ekonomi Kelompok Kakemer yang sempat melambat. Aniar salah satu anggota kelompok kekemer merasakan betul layanan sosial dari Pertamina itu.

Keluh kesah yang mewarnai perjalanan Kelompok Kakemer, kini berubah menjadi gelak bahagia para penopang ekonomi keluarga di ujung barat nusantara. Pundi pundi Rupiah yang mengalir dari renyahnya Kerupuk Kakemer memunculkan optimisme baru, bahwa pandemi adalah peluang.

Anda juga bisa mendengarkan audio di bawah ini : 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00