Gudang beku Terintegrasi Ikan di Sabang belum bisa dimanfaatkan Nelayan

Kadis DKP Kota Sabang_Zulfan S.Pi
Sebagian bangunan sudah terdapat Korosi
Panglima Laot Lhok ie Meulee Kota Sabang_saiful bahri

KBRN, Sabang : Gudang beku Terintegrasi (Cold Storage) Ikan berkapasitas 100 ton di Sabang belum dapat dimanfaatkan bagi nelayan Sabang. Gudang es dengan biaya Milyaran rupiah dari APBN itu terancam keropos Karena kurang perawatan.

Pemanfaatan Gudang beku terintegrasi (Cold Storage) ikan berkapasitas 100 ton di Pantai Jaya gampong Ie Meulee Kota Sabang hingga kini belum dapat di fungsikan. Padahal bangunan dan fasilitasnya dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Sentral Kelautan Perikanan terpadau (SKPT) KKP RI dari tahun 2016 hingga 2017  itu, Dengan menggunakan dana APBN sekitar 100 Miliar Rupiah. Pasca pembanguan operasional nya hingga kini belum berjalan.

Panglima laot Lhok ie Meele Saiful Bahri membenarkan para nelayan di Sabang belum bisa memanfaatkan gudang tersebut hingga kini. Ia berharap DKP secepatnya dapat mengoperasikan gudang beku itu untuk bisa memasok hasil ikan para nelayan di Sabang agar bisa dimanfaatkan nelayan setempat.

“kita mendukung upaya Pembangunan Cold Storage itu, Namun kita tidak paham juga sampai sekarang belum bisa berfungsi. Saya selaku Panglima Laot menyeru agar bisa dimanfaatkanlah untuk para nelayan dan ikan-ikan nelayan bisa tertampung lah dengan harga yang juga baik dan layak” Ujarnya Jum’at (23/10/2020).

Dari Amatan RRI sejumlah bagian bangunan sudah mengalami keropos di makan korosi . bahkan beberapa sudut bagian atap sudah rusak. Belum lagi sejumlah Mesin pembeku yang tampak berdebu dan telah lama tidak di fungsikan.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP))  Kota Sabang Zulfan S.Pi  Sejauh ini DKP Provinsi Aceh sudah mengambi alih Aset milik Negara tersebut. dan sesuai aturan akan di pihak ketigakan dalam proses pelelangan. Namun Penawaran sewa kontrak yang diajukan pihak ketiga belum  memenuhi syarat nilai kontrak, Yang di kaji oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Kenapa sampai sekarang itu belum berjalan, seingat kami itu sudah di pindahkan aset ke Provinsi dan akan di Pihak ketigakan melalui proses pelelangan, karena pemanfaatan aset Negara atau aset daerah itu harus di pihak ketigakan. Pada saat pelelangan itu ada penetapan harga yang dikaji oleh KJPP, dengan penetapan terakhir itu 700 an juta rupiah. Sedangkan pihak ketiga pengelola penawarannya setengah daripada itu. Dan mungkin itu dianggap gagal, Karen Provinsi tidak berani juga menetapkan harga tertinggi peserta sekitar 300 an Juta  iu” terangnya.     

Dia menambahkan Proses pelelangan terkendala akibat Covid-19. Namun dalam waktu  dekat katanya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh akan melakukan Proses pelelangan kembali dan masih mencari format agar tidak salah secara aturan.

Gudang beku Terintegrasi tersebut menurut Zulfan akan menampung bahan baku ikan dari nelayan yang di beli pengusaha dengan harga sesuai. Selain itu ada pula es curah untuk penanganan ikan di darat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00