Meski terbatas Sektor Wisata Sabang tetap lakukan Inovasi dan Promosi

Sektor Wisata Perlu Inovasi di tengah Pandemi
back packer asing di Sabang sebelum pandemi
2 Kapal Pesiar merapat di Sabang, Sebelum pandemi

KBRN, Sabang : Sekalipun dilakukan Pembatasan, Sektor Wisata di Sabang di harapkan tetap berjalan. Dampa Pandemi cukup keras menghantam sektor ini di Sabang.

Sektor Wisata yang mengalami guncangan keras di saat Pandemi, perlu di lakukan Inovasi di masa Pandemi ini di Sabang. mengingat sebagian besar warga Sabang sudah terlanjur menggantungkan kehidupan ekonomi mereka pada sektor tersebut. Angka Paparan COVID-19 yang terus meningkat menjadi polemik tersendiri bagi Pemangku kebijakan, untuk bisa menyiasati agar Protokol Kesehatan bisa berjalan di satu sisi, dan di sisi lain  dunia Pariwisata bisa terus bergerak.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang Faisal ST, MTP Selain mengembangkan Inovasi,  Promosi pun tetap dilakukan secara terbatas karena Anggaran Wisata praktis di pangkas untuk penanganan COVID-19. Menurutnya dampak Pandemi tidak saja mengurangi pemasukan, namun ada Pelaku Wisata yang hilang sama sekali mata pencaharian.

“memang kita pariwisata terkena dampak langsung, langkah-langkah itu kita buat agar keadaan tidak terus seperti ini. sebagian pelaku wisata kita buat sosialisasi apa yang bisa dilakukan selain wisata itu, dengan keadaan terbatas itu. Seperti yang kena dampak travel, guide, termasuk bisnis jas a menyewakan alat selam dan snorkling. Kita tetap, walau  persyaratan masuk ke sabang dengan rapid dan lainnya. tapi promosi-promosi tetap kita lakukan. Selama mereka melaksanakan protokol kesehatan, ini akan menghindari hal yang tidak kita inginkan.” Ungkapnya Rabu (16/9/2020).

Pemerintah dalam hal ini Disparbud juga medorong Pelaku Wisata untuk secara ketat memberlakukan Protokol Kesehatan pada tamunya. Sehingga dapat tetap mengendalikan paparan COVID-19 di tempat-tempat wisata. Hingga saat ini kata Faisal bantuan kepada Pelaku Wisata hanya melalui bantuan Sosial umum dari Pemerintah, baik Pusat maupun Pemerintah Daerah.

“tapi bantuan Pemko Sabang sendiri sudah dilakukan 2 tahap. itu tidak melihat dari sektor mana, tapi dibagikan secara global. Terakhir 50 persen usaha wisata ini terkena dampak secara langsung. Kita terus lakukan sosialisasi ke objek-objek wisata dan penginapan seperti hotel, agar menerapkan protokol kesehatan secara benar” tambahnya.

Data Dari Dinas Pariwisata yang dihimpun dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kota Sabang, angka kedatangan orang ke Sabang melalui sejumlah Pelabuhan laut, hingga Agustus 2020 hanya 131.088 orang untuk pendatang domestik. Sedang WNA mencapai 5378 orang. angka Wisatawan asing ini termasuk dari jumlah 2 kapal pesiar dan yacht yang sempat bersandar sebelum Pandemi. Sementara pda tahun 2019 lalu angka kunjungan ke Sabang mencapai 357.390 pengunjung domestik. Sedangkan WNA mencapai 26. 478 orang.    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00