Pengajuan Renovasi pasar Tahun Depan, Pedagang Pujasera di Sabang harus bersabar

Penyerahan bantuan bagi Korban kebakaran Pujasera Kota Sabang
Kalaksa BPBD _M. Amin, SE
Korban kebakaran_Santi Dewi

KBRN, Sabang : Renovasi Pasar Pujasera yang terbakar baru dimungkinkan tahun depan. Hal ini terkait usulan Anggaran yang baru dapat dilakukan tahun  depan.

Pedagang di kawasan pasar Kuliner Pujasera Kota Sabang yang menjadi korban kebakaran akhir bulan lalu, Masih harus bersabar untuk tidak berjualan sementara. Pasalnya, pengajuan renovasi pasar baru bisa dilakukan pada tahun depan. Rencana renovasi tersebut baru dapat dilaksanakan di tahun depan, dikarenakan usulan Perubahan APBK Sabang telah disahkan.

Kalaksa BPBD Kota Sabang M. Amin Belum lama ini dalam penyerahan bantuan dari salah satu Bank di Sabang mengungkapkan, Pemerintah Kota Sabang telah menginventarisir melalui PUPR guna melakukan Renovasi tahun depan.   

“kita harapkan apra pedagang bersabat dan tawakal, Pemerintah Kota tidak akan tinggal diam. Melalui PUPR Pemerintah sudah menginventarisir bangunan yang terbakar dan Insya Allah tahun depan program ini baru bisa dilaksanakan sesuai peruntukannya. Untuk itu diharapkan Para pedagang ibu-ibu dan bapak-bapak semua bersabar kita tahu pedagang akan berhenti sementara tapi tidak putus asa karena hal ini. Karena pengajuannya baru bisa dilakukan tahun depan” pintanya.

Salah seorang Pedagang Korban kebakaran Pujasera Santi Dewi mengungkapkan tokonya di Pasar Pusat Jajanan Selera rakyat (Pujasera) merupakan mata pencaharian pkokok nya selama ini. Dia berharap pembangunan segera dapat dilaksanakan. Selain itu, tidak saja bangunan, modal yang dimulai dari awal pun telah tiada.

“ini merupakan satu-satunya mata pencaharian kami, Kami sudah tidak ada lagi ahan untuk berusaha. dan kami harus memulai dari awal, karena modal juga tidak ada lagi. Kita harap pemerintah dapat memberikan anggaran untuk kami melanjutan usaha dengan segeralah” harapnya Senin (14/9/2020).

Setidaknya 10 toko usaha Kuliner di kawasan setempat hangus dilalap si jago merah pada 28 Agustus dini hari. Para pedagang rata-rata tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00