Tim Gempur Bea Cukai Sabang ditengah pandemi tetap Komit Awasi Peredaran rokok Ilegal

Bersama salah seorang Pedagang
Pemasangan Stiker Himbauan
Tim Gempur Bea Cukai awasi Peredaran Rokok ilegal
Komitmen laksanakan tugas Negara dengan Prokes

KBRN, Sabang :  Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, Bea Cukai Sabang tetap menjalankan pengawasan dengan memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan. Operasi Pengawasan Barang Kena Cukai (BKC) dilaksanakan di Sekitar Kota Sabang, Termauk Pengwasan Peredaran rokok ilegal.

Dalam Pengawasan Barang kena Cukai Tim melakukan Pengawasan terhadap peredaran rokok Illegal..Kegiatan tersebut ditempuh dengan 2 langkah yakni sosialisasi dan penindakan langsung.

Menurut Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Sabang, Arif Tri Handoko,  umumnya rokok Ilegal ini berciri tanpa pita cukai, materai tidak sesuai jenis rokok serta pita cukai tiruan.

" ini memang menjadi perhatian kita di Bea Cukai, Rokok ilegal berciri tanpa pita cukai, Materai tdak sesuai peruntukan dan pita cukai tiruan, ini harus bisa di kenali, Terutama pedagang , karena dapat merugikan penerimaan negara"ujarnya Rabu (12/8/2020).

Pengawasasan barang kena cukai terutama roko ini dilakukan oleh Tim Gempur Rokok Ilegal Bea Cukai Sabang yang dilaksanakan secara periodik, dengan penindakan dilakukan di 2 kecamatan Kota Sabang, yaitu Kecamatan Sukajaya dan Sukakarya dengan menelusuri beberapa penjual eceran.

Selain kegiatan penindakan dan pengawasan, Tim juga melakukan kegiatan sosialisasi serta menempel stiker informasi tentang cara mengenali dan mengidentifikasi ciri-ciri rokok ilegal kepada masyarakat, dengan harapan menekan peredaran rokok ilegal khususnya di Wilayah Kota Sabang.

"Ada kecendrungan memang penurunan peredaran rokok ilega; ari athu ke tahun, Termasuk di masa pandemi ini" tambahnya..

Dikatakan Bea Cukai sendiri mencatat 3 tahun belakangan kecendrungan peredaran rokok Ilegal menurun  di Indonesia, Dari  tahu 2017 sebesara 11 persen, 2018 menjadi 8 persen sedangkan tahun  2019 turun menjadi 3 persen. Hal ini berkat komitmen Pemerintah untuk untuk menekan Peredaran Rokok Ilegal dengan harapan akan meningkatklan penerimaan Negara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00