Lokasi Wisata Iboh Kembali Dibuka

KBRN, Sabang: Desa Wisata Iboih yang dikabarkan menutup diri (lockdown) lokal bagi wisatawan, terhitung hari ini diwacanakan akan kembali dibuka.

Namun demikian, mengingat Indonesia masih dalam garis merah covid-19, lokasi wisata ini, sementara waktu hanya dibuka bagi masyarakat lokal Sabang, yang ingin berlibur ke spot wisata ternama di Kota Sabang ini.

Demikian diungkapkan Ketua pariwisata Desa Iboih, Abdul Kadir saat di konfirmasi RRI kamis siang. Dikatakan, hal ini terpaksa dilakukan, mengingat sejak ditutupnya desa wisata ini untuk para wisatawan, perekonomian masyarakat khususnya yang bergelut di dunia usaha pariwisata semakin memburuk.

“Mengingat ekonomi masyarakat di wisata terlalu down, jadi masyarakat sudah meminta (Red:Pariwisata di Buka) khusus untuk warga Sabang. Maka mulai hari ini wisatawan khusus Sabang sudah kami buka,” terang Abdul Kadir, Kamis (28/05/20)

Tambahnya, meski ada sebagian pihak yang pesimis dengan dibuka kembali kawasan wisata ini, tak menyurutkan niat pihaknya untuk tetap mencoba. Karena menurutnya, meskipun tak seramai biasanya, setidaknya pelaku wisata khususnya di Iboih, bisa meraup rezeki 25% dari biasanya dan tidak menganggur.

Hal ini pun disambut gembira oleh para pelaku usaha wisata di kawasan Iboih. Seperti yang diungkapkan salah seorang pelaku Wisata khusunya di Teupin Layeu desa Iboih Tarmizi Atra. Dikatakan, pihaknya sedapat mungkin akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19.

“Di Sabang ini kita masih kawasan hijau, jadi kalau orang Sabang ingin wisata dan bawa keluarga ke Iboih ini, kita sudah siaap melayani. Tapi tetap mengikuti prosedur dari Gugus tugas di Sabang. Seperti jaga jarak, cuci tangan, pake masker. Itu kan SOP yang sekarang ada. Jadi kita harus ikuti,” Ujar Tarmizi.

Hal serupa juga diutarakan sejumlah pelaku usaha wisata lain di desa Iboih. Mulai dari guide snorkling, boat charter, pengusaha rental masker dan life jaket snorkling, cafetaria, pedagang dan warung sekitar pantai, serta masyarakat pelaku usaha wisata lainnya. RA

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00