BST disalurkan di Sabang, Dana salah sasaran dikembalikan ke negara

per KPM menerima Rp 600 ribu selam 3 bulan
ka PT. POS Kta Sabang_sarman
Pendokumentasian KPM saat pembayaran BST

KBRN, Sabang : PT. Pos Indonesia Cabang Sabang dalam sepekan ini menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Sabang.  Temuan nama yang tidak layak mendapatkan,  bantuannya akan dikembalikan ke Negara.

T. Pos Indonesia Sabang sejak selama dalam sepekan ini melakukan pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos dampak COVID-19, baik di Kantor PT. Pos Indonesia Sabang di Jalan Perdagangan juga di Gampong (desa) Masing-masing.

Seperti diketahui BST menyasar 1036 KPM kuota Jasa Kurir plat merah itu di Sabang, Sedangkan sisanya di cairkan melalui rekening di BRI dan BNI Sabang.

Salah satu KPM penerima BST di Sabang

Hingga Minggu (18/05/2020), PT Pos sudah menyalurkan lebih dari 14 Gampong dari 18 Gampong di Sabang, Dengan jumlah  432 KPM,  sebesar Rp 600 ribu selama 3 bulan, yakni April, Mei da Juni.

Kepada RRI Senin (18/05/2020) Kepala Kantor PT. Pos Indonesia Sabang Sarman membenarkan pihaknya sudah menyalurkan BST sekitar 85 persen dari Kuota yang tersedia. Sedangkan untuk nama yang tidak berhak masuk dalam daftar penerima sudah di koreksi, dan dananya akan dikembalikan ke Negara. Menurutnya Dalam proses Penyaluran baik di Kantor Ghuchik dan kantor Pos, berlangsung lancar dan tidak ada komplain yang terjadi.

“hingga hari ini kita sudah menyalurkan 80 persen, yang terdiri dari 432 penerima BST. Hari ini kita berikan untuk Balohan, Cot Abeuk, Cot Ba’u, Kota Atas, Aneuk Laot, Ie Meulee. Bagi yang uzur kita antarkan ke rumah. ini kan dana Negara, Jadi kalau ada anggota dewan dan PNS tidak bisalah menerima dobel dari Negara. Jadi jatahnya kita kembalikan ke Negara” Ujarnya Senin (18/05/2020).

Mulai Senin (18/05/2020) hingga tanggal 20 Mei masih tersisa 4 gampong lagi yang akan di lakukan pembayaran di Kantor Pos, masing-masing Gampong Kuta Barat, Kuta Timu, Krueng Raya dan Paya Seunara, ksemuanya berada di Kecamatan Sukakarya Kota Sabang. Ia berharap Data yang ada bisa terus di perbaharui hingga memudahkan pencairan.

“data itu memang wewenang pusat, kita hanya menerima data yang sudah di validkan oleh Kemensos. Jadi kalau pada tahap berikutnya keluar lagi, memang tetap tidak kita kasihkan. Mudah-mudahan kedepannya tidak keluar lagi karena sudah dilaporkan” Terangnya.

Bagi Lansia Pihak PT. Pos akan langsung mengantarkannya ke kediaman besangkutan. Dalam Penyaluran sebut Sarman pihaknya tetap memberlakukan Protokol Kesehatan untuk mencegah CVOVID-19 yakni menjaga jarak, Menyediakan caira pembersih tangan dan menyarankan penerima memakai Masker.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00