Wujudkan Kemenkeu Satu, LPEI Giat Bentuk Ekosistem Ekspor

KBRN, Banda Aceh : Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) terus membangun kerjasama dengan berbagai institusi, lembaga baik pemerintah daerah maupun pusat dalam rangka mengembangkan produk UMKM yang berorientasi ekspor. 

Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso dalam keterangannya mengatakan, pihaknya terus tingkatkan kapasitas pelaku UMKM, sehingga mampu mengembangkan produk ekspor, serta mewujudkan iklim usaha yang kondusif bagi peningkatan ekspor nasional. 

Rijani menyampaikan, LPEI terus melibatkan diri sebagai fasilitator dan akselerator menjembatani kepentingan aktivitas dan pelaku ekspor dengan instansi terkait dalam rangka menyelesaikan hambatan regulasi ekspor di negara tujuan. 

Salah satu kegiatan yang telah diwujudkan, kata Rijani, yaitu bekerjasama yang dituangkan dalam penandatanganan kesepakatan bersama tentang pengembangan kapasitas IKM, koperasi serta UMKM dengan Pemerintah Aceh beberapa waktu lalu yang difasilitasi langsung DKJN Aceh. 

"Ruang lingkup dari kesepakatan bersama tersebut antara lain sosialisasi, pelatihan, pengembangan klaster, pendampingan teknis dan aspek manajerial," katanya.

Rijani menyampaikan, sinergi tersebut merupakan wujud kolaborasi Kemenkeu Satu yang senantiasa terjalin antara Kementerian Keuangan dengan LPEI sebagai Special Mission Vehicle Kemenkeu dan juga sebagai salah satu kegiatan pojoknya.

"Kita juga telah dan terus membuat pelatihan secara hybrid kepada para pelaku usaha baik UMKM, non-UMKM dan masyarakat umum," tuturnya.

Rijani menuturkan, LPEI terus memberikan dukungan berupa layanan finansial dan on-finansial kepada pelaku UMKM berorientasi ekspor. Kemudian, meningkatan kemampuan produksi nasional yang berdaya saing tinggi dan memiliki keunggulan untuk ekspor. 

"Semua ini dilakukan dalam rangka penciptaan eksportir baru dan peningkatan ekspor. Kami memiliki Coaching Program for New Exporter (CPNE),” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, CPNE sendiri merupakan program pelatihan dan pendampingan kepada pelaku usaha berorientasi ekspor selama satu tahun. Sampai dengan Juni 2022, LPEI telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 2.700 UMKM serta melahirkan lebih dari 120 eksportir baru. 

Selain itu, tambah Rijani, pada penutupan acara UMKM Week 2022 Menteri Keuangan RI Sri Mulyani juga telah mengajak seluruh jajarannya untuk memperbaiki program sinergi dalam membantu UMKM. 

“Diharapkan dengan kolaborasi antar jajaran, lembaga maupun kementerian dapat mempercepat pertumbuhan UMKM dan Indonesia bisa pulih dari kondisi pandemi," pungkas Rijani. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar