Pengelolaan Blok B, Bukti Kedaulatan di Tangan Rakyat Aceh

Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT, memberikan sambutan pada acara Kenduri Syukuran Satu Tahun Alih Kelola Wilayah Kerja B, di Halaman Kantor Perta Arun Gas, Lhokseumawe, Kamis (26/5/2022).

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Migas Aceh, Teuku Mohammad Faisal, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang bersinergi dengan baik dalam proses alih proses alih kelola wilayah kerja “B” dari tahun 2018 hingga dengan Mei tahun 2021.

“Terutama bapak Gubernur Aceh dan tim alih kelola blok B yang telah melakukan kerjanya sehingga tuntas perpanjangan pengelolaan blok B kepada kontraktor existing selanjutnya,” katanya.

Alih kelola blok B ini, kata Faisal merupakan catatan positif bagi BPMA dalam melakukan fungsinya, dalam pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan terhadap kontrak kerjasama kegiatan usaha hulu. Agar pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara yang berada di wilayah kewenangan Aceh baik itu didarat maupun laut, dapat memberikan manfaat serta penerimaan yang maksimal bagi Aceh dengan tujuan utama untuk kemakmuran rakyat.

“Tentunya menandai satu tahun alih kelola wilayah kerja B ini, banyak sekali tantangan dan pengalaman baru yang kita dapatkan dalam pengelolaan bersama sumber daya minyak dan gas bumi di Aceh,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengaku sangat bangga dengan kinerja PT. Pema Global Energi, dalam waktu satu tahun, telah menunjukkan kinerja yang sangat baik yakni dengan berhasil mempertahankan produksi setelah alih kelola dan sampai saat ini masih dapat mempertahankan produksi sesuai target.

Lebih lanjut, kerja keras ini akan menjadi kewajiban dan tantangan ke depan PT. PGA dengan konsisten melaksanakan komitmen kerja eksplorasi untuk menemukan cadangan baru sehingga dapat mengganti cadangan terproduksi saat ini yang akan semakin menurun karena lapangan Arun adalah mature field (sisa cadangan).

“Kami sampaikan bahwa hasil dari pengelolaan wilayah kerja “b” ini akan memberikan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung bagi pembangunan Aceh yakni berupa dividen kepada pemerintah Aceh dan juga efek domino dalam pengelolaan usaha hulu migas di wilayah kerja B,” pungkasnya.

Selain itu, Kepala BPMA itu juga mengingatkan PT. PAG, untuk memperhatikan 3 poin utama dalam mengelola WK B, yakni; pertama Road to zero accident. Sebagai upaya untuk mencapai nihil kecelakaan, khususnya di kegiatan usaha hilir migas.

Road to zero accident ini merupakan upaya pemerintah dan pemegang izin usaha migas untuk mencapai kegiatan usaha hilir migas yang aman, andal dan akrab lingkungan. Tidak ada unplaned shutdown pada instalasi, fatality pada pekerja dan masyarakat serta pencemaran lingkungan atau singkatnya, nihil kecelakaan.

Kedua, menyukseskan tercapainya target pemerintah yakni target produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (BPH) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BCFD) pada 2030 mendatang.

Ketiga, perkuat tekad untuk selalu berkreasi, berkarya serta bangkit dan tangguh untuk menjaga perjuangan bersama demi pencapaian visi hulu migas di Indonesia menuju 1 juta barel dengan masif agresif dan efisien.

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar