Tim KSP Pantau Pemberian Pembiayaan Usaha Rakyat di Sabang

KBRN. Sabang : Sebagai pengendali program prioritas nasional, tim Kantor Staf Presiden melakukan peninjauan langsung ke berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali Provinsi Aceh, khusunya Kota Sabang.

Di Kota Sabang sendiri, tim Kantor Staf Presiden melakukan pemantauan terkait pemberian pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap masyarakat, khusunya di bidang pertanian.

Demikian dikatakan Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden (KSP) Panutan S Sulendrakusuma, saat ditemui RRI, di salah satu kebun binaan Dinas Pertanian Kota Sabang, yang berlokasi di Gampong (Desa) Batee Shok.

Menurutnya, sejauh ini, pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kota Sabang masih berjalan normal.

“Salah satu yang kami anggap prioritas nasional adalah pembiayaan usaha kecil. Pantauan kami, di Pulau Sabang sejauh ini berjalan dengan baik, didukung BSI. Tadi sudah kami berbicara dengan ketua kelompok taninya dan dijelaskan program KUR itu sangat membantu usahanya sehari- hari,” ucap Panutan, Kamis, (27/01/22).

Tambah Panutan, dengan adanya pembiayaan KUR ini, akan  mengurangi beban rakyat yang ingin memulai usaha, yang memiliki kendala dibidang modal atau pembiayaan awal.

“Ini dapat mengurangi beban yang harus ditanggung petani, Misalnya dalam hal pembiayaan. KUR memang menyasar itu. Jadi kebutuhan modal kerja bisa dibantu dengan program KUR. Jadi cukup meringankan.”

Sementara itu Group Head Micro Banking Group Kantor Pusat BSI Mohammad Isnaeni menerangkan, saat ini proses pencairan KUR lebih mudah dan cepat, serta tidak diharuskan menyertakan agunan.

“KUR kita ada subsidi ya. Marginnya cukup murah, enam persen bahkan 0,3 persen perbulan. Syaratnya juga mudah, cukup KTP dan surat dari Kelurahan seperti keterangan usaha salah satunya, itu sudah bisa diproses oleh kami tampa agunan. Dan proses kita pake aplikasi, jadi bisa cepat, biasa tiga hari langsung pencairan setelah data lengkap,” terang Mohammad Isnaeni.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar