Pasokan Terbatas, Minyak Goreng Satu Harga di Aceh Singkil Sulit Ditemukan

KBRN, Aceh Singkil:  –  Per 19 Januari 2022 Pemerintah Pusat sudah memberlakukan subsidi minyak goreng kemasan melalui kebijakan minyak goreng satu harga yaitu Rp 14.000 untuk semua merek.   Namun penerapannya masih sulit  di Aceh Singkil karena belum sepenuhnya dinikmati masyarakat setempat.  Sejak dikeluarkannya kebijakan tersebut, minyak goreng kemasan seharga Rp 14.000 sangat sulit ditemukan.  Penerapan minyak goreng  satu harga  dicanangkan berlaku enam bulan, mulai Januari  sampai dengan Juni 2022, namun di bulan pertama, masih terkendala.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Aceh Singkil, melalui Kabid Perdagangan, Ali Hasmi Pohan kepada RRI menjelaskan hasil operasi pasar yang dilakukan Disperindagkop terhadap dua retail modern di Aceh Singkil, minyak goreng satu harga belum bisa dirasakan masyarakat karena pasokan yang  sangat  terbatas.

“Terhadap kebijakan satu harga ini secara umum belum dirasakan sama sekali, karena hanya ada di dua Kecamatan dan itupun dengan pasokan yang sangat-sangat terbatas.  Kemarin kita turun ke Indomaret di dua kecamatan, kami dapatkan informasi bahwa pengiriman mereka hanya satu kali seminggu, itupun tiga karton.  Sangat-sangat minimlah,” kata Ali Hasmi, Selasa (25/01/2021).

Dijelaskan Ali Hasmi Pohan, merujuk pada Surat Edaran Kementrian Perdagangan, pemberlakuan satu harga minyak goreng masih untuk Retail Modern.  Sementara untuk usaha jenis swalayan, grosir atau pasar tradisional baru diberlakukan satu minggu sejak dikeluarkan Surat Edaran tersebut.

“Memang per tanggal 19 Januari diwajibkan untuk Retail Modern, yaitu Indomaret, Alfamart, Alfamidi, dan sejenisnya.  Sedangkan untuk toko swalayan, grosir, pasar tradisional, dan lain sebagainya, di dalam surat edaran Menteri Perdagangan satu minggu .  Tetapi sebagaimana kita saksikan sendiri, ini belum terjadi,” tuturnya.

Lebih lanjut  Ali Hasmi mengatakan untuk memaksimalkan penetapan satu harga, Diperindagkop  akan berupaya terus melakukan pemantauan lapangan.  Apabila dalam proses penyesuaian harga ini masih ada Retail Modern maupun usaha  lainnya yang menjual di atas Rp 14.000, maka pihak Disperindagkop Aceh Singkil akan melaporkan distributor terkait.

“Ketika nanti ditemui pedagang, atau retail, yang masih menjual di atas 14.000 maka kita tanyakan distributornya siapa.  Pasti mereka punya distributor besarnya di Medan.  Jadi distributor yang akan kita sampaikan kepada atasan kita.  Agar menegur atau memberikan sanksi kepada distributornya.   Karena selisih harga ini disubsidi oleh Pemerintah, artinya distributor tidak ada kerugian apa-apa.  Kalau dia tidak mengikuti, berarti dia bermain dengan harga subsidi ini,” papar Ali Hasmi.

Ditegaskan Ali Hasmi, Pemerintah  sudah melakukan pendataan distributor penyedia minyak goreng kemasan, dan seluruhnya sudah menyetujui kebijakan satu harga tersebut. Karena itu apabila masih ada yang melanggar, akan ditindaklanjuti.

Pantauan RRI, minyak kemasan seharga Rp 14.000 di dua Retail Modern di Aceh Singkil yaitu di desa Lipat Kajang Atas, Kecamatan  Simpang  Kanan,  dan  di Rimo, Kecamatan Gunung Meriah,  sangat sulit didapatkan, karena stok sering kosong.  Sementara harga di swalayan ataupun pasar tradisional masih kisaran Rp 18.000 – Rp 20.000 per liter, atau Rp 40.000 – Rp 42.000 per dua liter.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar