Nelayan Aceh Kesulitan Peroleh Solar Subsidi

Ilustrasi Foto : RRI/Munjir

KBRN, Banda Aceh : Nelayan di Aceh sudah sejak dua bulan terakhir mengalami kesulitan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pasalnya sejumlah SPBU mengalami kelangkaan BBM khususnya jenis solar.

Seperti yang dialami nelayan Kabupaten Aceh Besar, karena mengalami kelangkaan BBM subsidi, mereka terpaksa membeli BBM non subsidi jenis Dexlite dengan harga yang lebih mahal.

Biasanya, para nelayan di wilayah Kabupaten Aceh Besar bisa memperoleh BBM bersubsidi jenis solar di sejumlah SPBU terdekat. Namun karena mengalami kelangkaan, sehingga nelayan tidak lagi menjadi prioritas penerima manfaat.

Panglima laot wilayah Aceh Besar Baharuddin mengatakan, selama mengalami kelangkaan, nelayan di wilayah Kabupaten Aceh Besar banyak yang mogok melaut. Mereka memilih tidak melaut karena biaya operasional tidak sebanding dengan hasil tangkapan ikan.

“Kondisi kelangkaan BBM ini sudah dialami nelayan wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar sejak dua bulan ini. Jadi karena biaya operasional mahal banyak juga nelayan yang tidak melaut atau yang tetap melaut mereka terpaksa beli Dexlite dengan harga yang lebih mahal,” kata Baharuddin kepada rri.co.id, Rabu (27/10/2021).

Para nelayan di wilayah Aceh Besar berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar permasalahan terkait kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar bisa segera tertangani dan para nelayan kembali bisa melaut.

“Sebelumnya para nelayan hanya membawa surat rekom dari panglima laot langsung bisa mendapat BBM solar, namun sekarang sudah tidak bisa lagi. Ya kita berharap pemerintah bisa mengatasi persoalan ini karena kasihan nelayan-nelayan kecil kesulitan melaut akibat sulit mendapatkan BBM bersubsidi,” harapnya.

Sementara itu, Sales Area Manager PT Pertamina Aceh Sonny Indra Prabowo, pihaknya akan mencari tahun penyebab terjadinya kelangkaan bbm jenis solar khusus nelayan. Namun dia memastikan, selama ini suplay BBM subsidi jenis solar di Aceh masih aman.

“Secara umum solar di Aceh masih aman. Sebisa mungkin kami bisa memenuhi sesuai dengan permintaan. Kita akan mengecek dulu apakah di SPBU Nelayan kuotanya sudah habis, atau dia memang tidak melakukan penebusan atau ada kendala lain, kita akan cek dulu. Kalau soal penyaluran tidak ada masalah, kita akan tetap salurkan sesuai permintaan,” jelas Sonny.

Kelangkaan BBM subsidi jenis solar ini tidak hanya dialami oleh para nelayan. Sejumlah spbu baik di Bnada Aceh maupun di sejumlah kabupaten/kota lainya tampak terlihat antrian panjang panjang kendaraan jenis bbm solar. Kondisi ini juga sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00