Aminullah : Mahirah Tancap Gas di Masa Pandemi Covid-19

KBRN, Banda Aceh : Meski saat ini Aceh dan Indonesia, bahkan dunia tengah berada di situasi perekonomian yang sulit akibat pandemi Covid-19, namun lembaga keuangan mikro milik Pemko Banda Aceh, Mahirah Muamalah Syariah (MMS), tetap menunjukkan kinerja yang sangat baik.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, mengatakan, per September 2021 terjadi peningkatan jumlah nasabah baru di MMS, yaitu nyaris 10.000 penabung.

“Sementara nasabah tercatat sebanyak 9.890 orang, dan mudharib mencapai 3.576 orang,” katanya, Selasa (21/09/2021).

Menurut Aminullah, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) ini membuktikan bahwa trust atau rasa kepercayaan masyarakat untuk menginvestasikan dananya kepada LKMS Mahirah Muamalah semakin meningkat setiap tahunnya. “Alhamdulillah Mahirah masih bisa ‘tancap gas’ di masa pandemi ini.”

Di periode yang sama, MMS juga mampu menyalurkan pembiayaan dengan total Rp 24 miliar.

“Jadi bukan hanya terfokus pada peningkatan laba dan jumlah nasabah, pada tahun 2021 MMS terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan bisnis pada sektor mikro,” ujar mantan Dirut Bank Aceh ini.

“Pembiayaan sebesar Rp 24 miliar tersebut disalurkan untuk membantu menggerakkan roda ekonomi di sektor riil yang fokus pada bidang kelompok,  perdagangan, jasa, lapak pasar, dan industri rumah tangga dan lainnya. Dan hanya 25 persen saja yang kita salurkan untuk pembiayaan konsumtif,” ujarnya lagi.

MMS telah menyalurkan sebesar 75 persen dari total pembiayaannya, dengan jumlah mudharib 3.576 orang.

“Alhamdulillah telah banyak masyarakat ekonomi lemah yang kita bantu. MMS pun turut andil dalam pembangunan ekonomi masyarakat agar tidak terjebak dalam bisnis yang ditawarkan rentenir,” katanya.

Dirut MMS T Hanansyah menambahkan, hingga akhir September 2021, pihaknya juga telah berhasil membukukan laba sebesar Rp 353 juta. “Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 lalu atau Year on Year (yoy), maka terjadi peningkatan laba sebesar 10 persen,” ujarnya.

Pencapaian tersebut turut mendongkrak pertumbuhan aset. “Aset kami kini mencapai 41 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 21 persen dibandingkan total aset di akhir September 2020. Bukan hanya laba, DPK juga mengalami peningkatan menjadi Rp 35 miliar dari Rp 30 miliar pada tahun sebelumnya,” ujar Hanan.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00