Jembatan Kilangan Hampir Tuntas, Sejumlah Nahkoda Perahu di Singkil Khawatir Hilang Pekerjaan

Sejumlah warga Singkil Menaiki Perahu Menuju Kuala Baru, Singkil
Warga tiba di Kuala Baru, Singkil

KBRN, Singkil :  Kelanjutkan pembangunan jembatan Kilangan ruas jalan batas Aceh Selatan-Kuala Baru-Singkil yang berlokasi di Kabupaten Aceh Singkil, dengan anggaran miliaran rupiah terus dilakukan.

Sejumlah warga yang berprofesi sebagai Nahkoda Perahu (Tukang Robin) lintasan Kilangan, Singkil - Kuala Baru terancam hilang pekerjaan.

Kekhawatiran tersebut, di sampaikan salah satu warga Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil. Ridwansyah, kepada RRI saat menumpangi Robin ( Perahu) miliknya, menuju Kuala Baru, Aceh Singkil, Provinsi Aceh.

Dikatakannya, terkait jembatan Kilangan Singkil - Kuala Baru, secara khusus  masyarakat Aceh Singkil, terutama warga Kecamatan Singkil dan Kuala Baru, sangat mendambakan jembatan tersebut selesai secara bersamaan dengan peningkatan jalan batas Aceh Selatan-Kuala Baru-Singkil yang saat ini sedang dikerjakan. Mengingat, jembatan tersebut akan dihubungkan langsung dengan jalan Batas Aceh Selatan dengan Aceh Singkil.

Akan tetapi, secara pribadi dirinya bersama dengan Nahkoda Perahu lainnya merasa sedih dan khawatir. Sebab,  profesi sebagai penyedia transportasi sungai tersebut, yang sudah dijalani puluhan tahun terancam punah terkikis dengan zaman.

"Jika jalan Kilangan - Kuala Baru tembus, kami sebagai Nahkoda Perahu akan terancam hilang pekerjaan," sebut Ridwansyah. Senin (20/09/2021)

Lebih lanjut Ridwansyah mengungkapkan, dengan bersandar setiap pagi di dermaga tambatan perahu Singkil - Kuala Baru, bermodalkan minyak sebanyak 8 Liter. Ia bersama dengan Nahkoda Perahu lain menempuh jarak  sekitar 12 KM,  waktu 1Jam. Selama ini, mereka mendapatkan penghasilan sebesar Rp. 100.000/ hari untuk mencukupi kebutuhan keluarga.Akan tetapi, kedepan jika pembangunan jembatan ini sudah tuntas. Profesi sebagai Nahkoda Perahu dan transportasi akan hilang.

"Mudah - mudahan kekhawatiran kami ini juga menjadi perhatian Pemerintah," tambahnya 

Sebelumnya Ridwansyah mengakui, dirinya sempat berprofesi sebagai nelayan, namun, karena sering terjadi badai terutama saat memasuki Kuala, dan khawatir mengancam keselamatan jiwa, dirinya bertekad, untuk beralih profesi (Pekerjaan).

Disamping itu, terkait pembangunan Jembatan Kilangan, dari informasi yang berhasil dihimpun, Pemerintah Aceh mulai membangun Jembatan Kilangan-Kuala Baru, Aceh Singkil itu pada tahun 2015, 2016 dan tahun 2018. 

Sementara pada tahun 2017, penganggaran sempat terhenti, dan di lanjutkan pada tahun 2019 melalui Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) sebesar Rp 42,9 miliar.

Hasil pantauan, Pembangunan Jembatan Kilangan menunjukkan progres yang bagus. Meskipun ada sejumlah kendala-kendala yang dihadapi selama pengerjaannya. Namun Jembatan ini,  diwacanakan akan tuntas dibangun 100 persen pada akhir tahun 2022 sehingga bisa langsung difungsikan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00