Ini Tanggapan Sekda Aceh Singkil Terkait Penolakan Keterlibatan TKA China dalam Investasi UEA

KBRN, Banda Aceh : Sekretaris Daerah Aceh Singkil memberikan tanggapan terkait Penolakan Keterlibatan Tenaga Kerja Asing (TKA) China dalam Investasi Uni Emirat Arab.   Yaitu penolakan yang disampaikan Komunitas Warga Aceh Singkil Lintas Sektor dan Generasi (Kowas-LSG).

Dalam pertemuan dengan Pengurus Kowas-LSG di Sapo  Belen, Pulau Sarok, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, Sekretaris Daerah Aceh Singkil, Drs. Azmi, M.A.P, mengatakan keterlibatan TKA China dalam Investasi Uni Emirat Arab belumlah dapat dipastikan.  Karena belum ada kesepakatan investasi tersebut.

“Pertama sekali kita masih belum memastikan, masih isu dari Pak Luhut, kemungkinan.  Mengapa isu, karena belum lagi ada agreement.  Pihak Uni Emirat mengajukan semacam: “Kami berkeinginan berinvestasi di Pulau”, tetapi mohon kami diberikan kemudahan-kemudahan, keringanan-keringan, insentif.  Ini sedang dikaji sesuai dengan kewenangan,” ujar Azmi, Senin (13/09/2021).

Dijelaskan Azmi, sejauh ini, yang menjadi pembahasan yaitu pihak Uni Emirat meminta kemudahan/keringanan pajak atau insentif, serta kemudahan perizinan, dan terkait kewenangan Pemerintah Daerah dalam persiapan investasi. 

“Itu baru tahap pembicaraan, kajian.  Baru dibawa ke Abu Dhabi untuk memperlihatkan bagaimana pembangunan disini, bagaimana pariwisata, bagaimana pengelolaan, bagaimana managementnya.  Belum ada agreement.  Kontraknya belum.  Oleh  Pak Luhut mungkin dilihatnya kemungkinan-kemungkinan ada beberapa opsi,” paparnya.

Lebih lanjut Azmi mengatakan Aceh Singkil membutuhkan pembangunan, salah satunya melalui investasi Uni Emirat Arab di Pulau Banyak.  Karena itu untuk mewujudkannya membutuhkan strategi yang dapat didiskusikan bersama.

“Strategi yang kita maksudkan itu berkesinambungan, satu, dan kedua tidak menimbulkan gejolak. Itu akan bisa kita realisasikan apabila kita mau membuka diri untuk bermusyawarah.   Kadang-kadang dalam hal menyikapi itu karena kita dari berbagai macam latar belakang, wajar-wajar saja berbeda dalam menyikapi.  Tetapi ketika kita berdialog/berdiskusi, maka kita masing-masing kita itu akan mendapatkan sebuah jawaban yang masing-masing kita memahami.  Daripada diam-diam,” imbuhnya.

Azmi memberi ruang luas untuk tanggapan masyarakat, dengan harapan setiap tanggapan tidak sampai menimbulkan ketidaknyamanan bagi pihak yang akan berinvestasi di Aceh Singkil.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00