Reklame dan PBB, Penyumbang Terbesar PAD di Aceh Singkil

Iskandar. Kabid Pendapatan BPKK Aceh Singkil

KBRN, Banda Aceh :  Beberapa tahun terakhir tercatat sumber pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Aceh Singkil, terbesar di proleh dari pungutan Pajak Reklame dan Pajak Bumi Bangunan (PBB).

Sedangkan untuk beberapa sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) lainnya, tergolong menurun. Dan bahkan, hampir ada beberapa sumber pendapatan yang tercatat kosong penerimaan akibat dari dampak pandemi Covid-19.

" Sejak  tahun 2017, pendapatan dari Pajak Reklame dan PBB di Kabupaten Aceh Singkil terus mengalami peningkatan." kata  Kepala Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Singkil, melalui Kabid Pendapatan. Iskandar, Selasa (14/09/2021)

Seperti tahun 2020 yang lalu misalnya, pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PPB) di Kabupaten Aceh Singkil mencapai angka sebesar Rp. 882 Juta lebih. Sedangkan untuk PAD pajak Reklame, tembus pada angka Rp. 162 Juta dari pendapatan Rp. 28 Juta pada tahun 2017 yang lalu. 

Sedangkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini.  Iskandar mengatakan, BPKK Aceh Singkil melalui bidang pendapatan, menargetkan pendapatan pajak dari PBB harus tercapai pada angka Rp. 1,9 Miliar. Sementara untuk pendapatan pajak reklame, di upayakan akan menembus pada posisi angka Rp. 200 juta.

" Target kita pendapatan PBB Sebesar Rp. 1,9 Milyar. Sementara Pajak Reklame senilai Rp. 200 juta," tambahnya 

Kemudian, meningkatnya pendapatan pajak reklame dan PBB beberapa tahun terakhir di Kabupaten Aceh Singkil. Iskandar mengungkapkan, hasil capaian pendekatan tim pemungut pajak BPKK dengan pihak ketiga untuk memasang reklame mereka di jalan jalur dua Kabupaten Aceh Singkil.

Sementara itu, ketika disinggung target pendapatan secara keseluruhan tahun ini.  Iskandar menjelaskan,  Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Singkil, melalui bidang pendapatan tahun ini, menargetkan pendapatan harus mampu mengumpulkan sebesar Rp. 62 Milyar. 

Terdiri dari, pendapatan Pajak Daerah sebanyak Rp.  10 Milyar. Kemudian Pendapatan Retribusi Daerah senilai Rp. 24 Milyar dan pendapatan Hasil Pengelolaan Daerah yang di pisahkan Rp. 3 Milyar. Serta pendapatan lain - lain, seperti pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp. 25 Milyar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00