Akibat Pandemi, Ekspor Kopi Gayo Menurun

KBRN, Banda Aceh : Ekspor kopi arabika Gayo milik Koperasi Baitul Qirat (KBQ) Baburrayan, Takengon, Aceh Tengah, menurun drastis selama pandemi covid-19. Penurunannya capai 75 persen. Ketua KBQ Baburrayan Rizwan Husin mengatakan, periode Januari – Juni 2019, koperasi Baburrayan mengekspor 750 ton. Angka itu berbanding jauh di tahun 2020. Bahkan di tahun ini, periode Januari – Juni, koperasi Baburrayan baru mengekspor 75 ton kopi.

Penurunan ekspor itu katanya, seiring minimnya permintaan dari pembeli. Banyak gerai kopi di belahan dunia tutup akibat pandemi. Kondisi ini kata Rizwan Husin, diperparah dengan kendala pengangkutan pelayaran dan tingginya jasa kontainer.

“Kali ini memang parah, penurunan ekspor capai 75 persen,” kata Rizwan Husin dalam sambutannya di hadapan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat pelepasan ekspor kopi Gayo, Kamis (17/6).

Rizwan Husin mengaku, akibat penurunan ekspor, berdampak langsung pada ekonomi petani yang menjadi anggota koperasi.

Rizwan Husin menjelaskan, pasar Kopi KBQ Baburrayan, 90 persen ada di USA, sisanya Eropa dan Asia. Salah satu pasar kopi terbesar KBQ Baburrayan adalah Starbucks Coffe.

Menteri Teten Masduki usai melepas ekspor kopi kepada awak media mengaku optimistis permintaan kopi dunia akan terus membaik. Karenanya menurut dia, petani harus mempersiapkan kecukupan produksi dan kualitas.

Menteri Teten mengaku kegiatan ekspor belakangan terganggu akibat Covid. Kondisi ini diperparah dengan kelangkaan dan tingginya jasa angkutan kontainer. Begitupun katanya, masalah itu sudah dibahas tingkat kabinet. Dalam waktu diperkira ada titik terang untuk kelancaran kegiatan ekspor.

“Hari ini sudah berangkat, kita terus berupaya sistem pelayaran terus membaik,” katanya.(Mohd. Sanusi/TKN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00