DPRK Aceh Barat Tolak Wacana Kenaikan PPN Sembako

KBRN, Banda Aceh : Wakil Ketua Komisi II DPRK Aceh Barat, Said Rizqi Saifan, SE menyebutkan, berkembangnya isu rencana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Sembako dapat memicu gejolak kenaikan harga kebutuhan di tengah masyarakat sehingga patut ditolak.

"Saya secara pribadi menolak jika pengenaan PPN Sembako ini benar akan dilakukan, tapi sampai sejauh ini kami di DPRK atau bahkan di Partai Golkar sendiri belum menerima edaran resmi terkait isu tersebut," sebutnya kepada rri.co.id, Senin (14/06/2021).

Said Rizqi yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Barat ini menyampaikan, di saat masa sulit perekonomian rakyat akibat pandemi Covid-19 yang belum usai, mestinya ada kebijakan yang memperkuat pondasi perekonomian masyarakat.

Namun, wacana pengenaan PPN komoditas sembilan bahan pokok (sembako) yang mulai berkembang, justru berdampak terhadap stabilitas perekonomian regional bahkan nasional, karena ada pihak yang terbebani.

"Secara tidak langsung gejolak penaikan harga jual sembako akan mulai terjadi, pengusaha atau distributor tentu tidak mau rugi sehingga sampai ke level konsumen yakni masyarakat pasti harga sembako beredar akan naik," imbuh Said yang juga Wakil Ketua Kadin Aceh Barat ini.

Meski pun kondisi ini dikendalikan oleh elit politik dan pemerintah pusat, namun untuk skala daerah juga bisa menyampaikan penolakan, tentunya dengan mendapati keluhan dan laporan dari masyarakat.

Said Rizqi, memastikan, meski pun Partai Golkar merupakan koalisi pemerintah secara politik di parlemen, namun tidak semua kebijakan mendapat dukungan politik, apalagi kebijakan yang memberatkan rakyat.

"Kita berharap tidak dilakukan penaikan PPN Sembako,  apalagi ada kabar kita baca bahwa ada bantahan dari pihak Kementrian Keuangan RI, semoga ini hanya isu saja," demikian Said Rizqi Saifan, SE.(Anwar Yunus/MBO)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00