Pedagang takjil di Sabang Keluhkan Sepi pembeli

KBRN, Banda Aceh : Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak setahun terakhir ini berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Sejumlah Pedagang Takjil di Kota Sabang, keluhkan masih penjualan takjil selama bulan Ramadhan 1442 H.

Seperti diutarakan salah satu Pedagang Takjil di Jalan Perdagangan Kota Sabang, Khairani, berbeda dengan tahun sebelunya, penjualan takjil miliknya dari awal Ramadhan hingga saat ini mengalami penurunan.

“Menurun sih, maksudnya ga seperti biasanya gitu kan, lumayan tahun lalu, dari awal memang kurang laku. Pembelinya kurang, banyak yang jalan, tapi mereka enggan untuk mampir membeli.” Ujar Khairani, Kamis (22/04/2021).

Sementara itu,  Mustafa, pedagang yang menjajakan dagangannya di Kuta Ateuh Sukakarya Sabang mengatakan, angka pembelian takjil tahun ini jauh berkurang, jika pada tahun lalu ia mendapatkan pemasukan perminggunya mencapai Rp. 300.000.000,-,  sementara tahun ini hanya mendapatkan Rp. 100.000.000. Hal ini tentu saja berpengaruh pada perekonimoan keluarga.

“kalau tahun lalu masih bisa ditargetkan, awal pertama puasa seminggu bisa sampai 3 juta, pertengahan puasa stabil setengahnya 1,5 juta, sampai diakhir ramadhan naik kembali menjadi 3 juta. Tapi tahun ini awal puasa saya bisa mendapatkan hingga 2,5 juta, ini sampai hari ini langsung down, cuma 1juta saya dapatnya. Jadi kita bisa memperbandingkan tahun lalu dengan tahun ini walaupun kondisi pandeminya sama tapi perekonomiannya sangat terpuruk.” Ungkap Mustafa, Kamis (22/04/2021).

Mustafa berharap, kondisi pandemi segera berlalu agar usaha mereka dapat berjalan normal dan berkembang kembali seperti biasanya.(Diah Novritaria/SBN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00