Pengolahan Sampah plastik Jadi Minyak Mentah di TPA Gampong Jawa

KBRN, Banda Aceh : Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banda Aceh mengolah sampah plastik jadi minyak mental dengan teknologi pirolisis. 

Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Banda Aceh ini untuk mengurangi jumlah sampah dari sumbernya, salah satunya dengan teknologi pirolisis untuk mengurangi sampah plastik di komplek tempat pemrosesan akhir (TPA) Gampong Jawa.

"Metode ini dilakukan untuk memusnahkan sampah plastik yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi dengan cara dibakar hingga suhu 400 derajat celcius," kata Kepala DLHK3 Banda Aceh Hamdani, Minggu (6/9/2020). 

“Keberadaan mesin ini tujuannya untuk menangani sampah-sampah plastik jenis kresek dan asoi yang selama ini tidak termanfaatkan,” tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Hendra Gunawan menyebutkan, limbah plastik melalui proses pirolisis mampu diubah menjadi bahan bakar minyak setara bensin, solar dan minyak tanah. Namun tingkat pemurniannya masih tergolong rendah.

“Tingkat pemurniannya masih rendah. Minyak yang dihasilkan setara bensin, solar dan minyak tanah tapi kualiatasnya masih dibawah,” kata Hendra.

Kata Hendra, proses pengolahan sampah plastik dengan proses pirolisis memiliki kelemahan yaitu tidak efisien pada pembuatan reaktor dalam skala besar hal ini diakibatkan oleh terjadinya bubling, chanelling, dan kurang ekonomis.

“Tapi tujuan kami bagaimana menangani sampah plastik yang selama ini tidak teratasi yang terbuang percuma sehingga bisa mengurangi dampak pencemaran lingkungan,” ungkapnya.

Hendra mengaku, mesin ini mampu membakar sampah plastik mencapai 200 kg per bulan. Untuk 30 kg sampah plastik saja dibutuhkan sebanyak 30 liter bahan bakar jenis solar.

Karena biaya bahan bakar tergolong besar, pihaknya hanya mengoperasikan mesin tersebut di saat tertentu.

“Jadi kita melihat di keadaan tertentu kita mengoperasikannya,” ungkapnya.

Diharapkan metode ini dapat mengurangi jumlah tumpukan sampah plastik di Kota Banda Aceh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00