Tidak maksimal, Thermoscanner di non aktifkan di Sabang

Termoscanner tidak maksimal di Pelabuhan Balohan Sabang
Ka. KKP Kota Sabang_Yuliandri
Alat Termoscanner di Pelabuhan Balohan Kota Sabang
termoscanner tidak bisa maksimal di Pelabuhan Baloha Sabang

KBRN, Sabang : Alat Thermoscanner milik KKP di non aktifkan di Pelabuhan Balohan Sabang karena tidak bekerja maksimal. Petugas KKP di pintu masuk Balohan hanya mempergunakan alat Termo gun untuk mengukur suhu tubuh penumpang satu persatu.

Pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Sabang belum bisa kembali mengaktifkan Thermoscanner di Pelabuhan Balohan Sabang, karena tidak maksimal dalam mengukur suhu badan penumpang yang datang.

Menurut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Sabang Yuliandri, Kepadatan dalam gedung yang di tempatkan alat tersebut mengakibatkan suhu ruangan naik, Sehingga pengukuran suhu badan Penumpang melebihi batas yang ditentukan dan tidak maksimal dan cendrung keliru akrena pengaruh suhu ruangan. Untuk menghidari hal tersebut pihaknya memutuskan menghentikan sementara operasi termoscanner di Pelabuhan Balohan Sabang. Menurutnya akibat penumpukan penumpang di ruangan kedatangan suhu bisa mencapai diatas 28 derajat celcius, Sehingga pengukuran bisa meleset. 

“permasalahannya ruangan itu suhunya tinggi diatas 38 derajat celcius, Karena orang banyak, akibatnya alat itu tidak berfungsi baik. Di Balohan itu kan padat orang datang, suhunya melebihi dari batasnya termoscanner. Kita belum bisa liat lagi, nanti kalau bisa digunakan kembali kita akan manfaatkan lagi apabila suhu sudah dibawah 28 derajat celcius” ujarnya Jum’at (7/8/2020).   

Bila Sebelumnya penumpang yang tidak berkendara diperiksa suhu tubuh melalui termoscanner Namun kini Petugas menggunakan termogun baik Penumpang berkendara maupun tidak. Ia menjelaskan tidak ada perbedaan hasil pengukuran suhu, namun lebih ke kwantitas pengukuran saja.

Disamping itu kata Yuliandri Pemberlakuan pengisian form bagi Penumpang Kapal dan kartu Kewaspadaan kesehatan tetap dilaksanakan oleh piahknya  Dan merupakan Petunjuk dari Kementerian Kesehatan RI.

“kegunaan alatnya sama saja mengkur suhu, Cuma yang satu (termoscanner) lebih bisa untuk pemakaian banyak orang dan menghemat waktu” ujarnya.

Pantauan RRI Pasca Idul Adha pemeriksaan Kesehatan di Pelabuhan Balohan Sabang bagi penumpang kapal yang tiba tidak lagi menggunakan Thermoscanner dan hanya melalui Termogun. Dan petugas tidak memeriksa form seperti sebelumnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00