Siswa kontak dengan Pasien Positif COVID-19, MtSN 1 Sabang kembali belajar daring

Ka. MtSN 1 Kota Sabang_Sri Nlawati S.Ag
MtSN 1 Kota Sabang di isolasi sementara
Pemberitahuan Siswa kmbali belajar daring

KBRN, Sabang : Madrasah Tsanawiyah Negeri (MtSN) 1 Kota Sabang hanya sehari dapat belajar tatap muka. Para Siswa Sekolah itu kembali  harus belajar daring, karena salah seorang siswa berkontak langsung dengan Pasien Positif COVID-19.

Kepala Madrasah tsanawiyah Negeri (MtSN) 1 Kota Sabang Sri Nilawati tak bisa membendung kekecewaan, Karena harus kembali meminta para siswanya  belajar via daring. Diketahui Baru sehari masuk dan belajar tatap muka dengan protokol Kesehatan ketat, Para siswa kembali harus dirumahkan, karena salah satu siswa kelas tiga sekolah itu berkontak langsung dengan pasien positif COVID-19 kedua di Sabang Yakni NII (40), Yang tidak lain  adalah orangtua kandungnya. Harapan belajar mendekati normal itu pun pupus selama 14 hari kedepan. Sekolah harus diisolasi sementara terutama ruang kelas tiga sang siswa.

“kami sudah sekolah kembali seperti instruksi dari Dinas itu tanggal 13 juli kemarin, sistim pembelajarannya kita bagi kelompok A dan B, jadi mereka belajarnya selang seling, Seninnya kelompok A Selasanya kelompok B. Di Selasa sore nya itu dapat Informasi, Salah satu Wali Murid itu Positif CORONA, langsung kita malamnya Koordinasi dengan Wakil Kepala Madrasah, Kementerian Agama dan Dinas pendidikan, dapat satu keputusan untuk sementara MtSN kita non aktifkan dulu PBMD Sekolah, jadi dibuat belajar secara daring seluruh siswa. Kemarin tanggal 15 itu sudah kita buat daringnya melalui grup kelas, dan malam itu juga kita sharing daringnya di grup” ucapnya Rabu (16/7/2020).   

Dalam Kesepakatan dari Dinas Pendidikan dan Kemenag MtSN Kota Sabang harus kembali belajar daring selama 2 pekan mendatang, Menunggu perkembangan selanjutnya.  

“ini yang berkontak langsung dengan orangtua nya itu Siswa kelas 3” tambahnya.

Ditambahkan Srinilawati berdasarkan  Surat Keputusan Bersama (SKB)  4 Menteri bagi Sekolah dalam Zona hijau, Sekolah yang telah yang sudah melakukan PBM tatap muka jumlah siswa dibatasi, maksimal 18 Siswa. Sehingga pihaknya membagi kelompok siswa yang belajar di ruang kelas.

“dalam SKB 4 Menteri itu ada pembatasan siswa dalam kelas, maksimal 18 orang, jadi kami jadikan 2 kelompok. Satu kelompok disini ada antara 13 dan 14, karena disini ada tiga,  kelas 3 nya” ungkapnya.

Ia mengaku masih menerima keluhan kekecewaan para orangtua dan siswa yang banyak berharap Sekolah dapat dilaksanakan dengan tatap muka kembali. Siswa MtS N 1 Kota Sabang yang melakukan pelajaran daring mencakup seluruh kelas 1 hingga kelas 3. Amatan RRI hanya Kepala Sekolah, tenaga Admistrasi , Dan Bendahara Madrasah yang tampak beraktifitas.

“sejak malam Rabu itu hingga pukul setengah dua malam kita masih komunikasi dengan wali Siswa yang menyampaikan kekecewaaanya, ada Siswa juga yang sampai menangis, tapi kita hanya pelaksana kebijakan, kita sudah melaksanakan protokol Kesehatan semaksimal mungkin, dan bukan dari kita, Namun begitu kita harus tetap selalu waspada, Semoga badai ini cepat berlalu” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00