Ketertiban Lalu Lintas Pengendara Minim, Satlantas Polres Aceh Singkil Lakukan Patroli Hunting Sistem

KBRN, Singkil:  Untuk lebih menertibkan pengendara di Kabupaten Aceh Singkil, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Aceh Singkil melakukan Patroli dengan Penindakan Bergerak/Hunting Sistem.  Penindakan bergerak/hunting yaitu cara menindak pelanggar sambil melaksanakan patroli (bersifat insidentil), dengan Sifat Penindakan ofensif terhadap pelanggaran yang tertangkap tangan.  Hal ini sesuai dengan Pasal 111 Kitab Undang –Undang Hukum Acara Pidana.   Sistem Hunting dilakukan karena masih banyak pengendara di Kabupaten Aceh Singkil yang tidak mematuhi aturan lalu lintas saat berkendaraan.

Kepala Kepolisian Resor Aceh Singkil, AKBP Mike Hardy Wirapraja, SIK, M.H,  melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas), Iptu Prawira Wardany, S.Tr. K kepada RRI, Rabu (08/07/2020), mengatakan kegiatan yang dilakukan selama ini bukan Razia, tetapi Patroli dengan Sistem Hunting, untuk menindak pengendara yang melakukan pelanggaran yang dapat dilihat secara kasat mata.  Penindakan bertujuan untuk menertibkan masyarakat.

“Jadi kalau di kepolisian namanya sistem hunting. Kita sebenarnya patroli sifatnya.  Tapi begitu ada pelanggaran kasat mata kita beri tindakan.  Kasat mata itu tidak pakai helm, kendaraan tidak lengkap spion, itu yang kita tindak.  Itu bukan Razia sebenarnya. Tujuannya supaya masyarakat tertib.  Bisa dimana saja, yang penting anggota patroli.  Begitu ada pelanggaran kasat mata kita tindak  ,” papar Iptu Prawira Wardany.

Dikatakan Iptu Prawira Wardany, kegiatan patroli dilaksanakan terpusat di Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, dimulai dari Markas Polres Aceh Singkil, dan akan bergeser ke tempat lain.  Menurutnya tingkat kepatuhan lalu lintas masyarakat Aceh Singkil masih sangat kurang, sehingga perlu penerapan sistem hunting.

“Kita pusatkan di Rimo dulu, nanti kalau Rimo kira-kira sudah tertib kita geser ke tempat lain.  Patroli semua, tidak razia.  Memang tingkat kepatuhan masyarakat Aceh Singkil masih kurang.  Saya baru disini, saya lihat disini hampir rata-rata masyarakat helm tidak pakai, surat-surat tidak lengkap, trus plat kendaraanpun banyak yang tidak pakai, masih banyak pelanggaran makanya kita terapkan seperti itu. Maksudnya supaya masyarakat bisa tertib.  Makanya kami terapkan seperti itu, untuk meningkatkan kepatuhan,” tegas Iptu Prawira.

Iptu Prawira Wardany menghimbau agar masyarakat lebih tertib dalam berlalu lintas.  Karena setiap masyarakat yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas akan ditilang. Selain kewajiban memakai helm dan kelengkapan berkendaraan lainnya, Iptu Prawira Wardany juga menghimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker saat berkendaraan.

“Yang tidak sesuai dengan peraturan lalu lintas kita tilang,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00