Harap lindungan Allah dari Musibah, Pesantren Almujjadid Kota Sabang belum liburkan Santri

KBRN, Sabang : Kendati Sebagian besar Lembaga pendidikan diminta diliburkan sementara, Guna antisipasi penyebaran korona, justru Pesantren Al-Mujaddid Kota Sabang tetap jalankan akitifitas. Para Santri diharapkan dapat lebih terjaga Ibadah dan Kesehatannya.   

Santri Pesantren terpadu Al Mujaddid Kota Sabang hingga saat ini masih melangsungkan aktifitas pendidikan, Di tengah himbauan libur sementara siswa di Aceh maupun Sabang. 

 Menurut Pimpinan Pesantren Terpadu Al Mujaddid Kota Sabang Ustad Israullah keyakinan untuk terus melaksnakan kegiatan pendidikan, Selain usulan orang tua wali santri, pihaknya juga mempertimbangkan belum adanya Suspect di Aceh terutama Sabang. kendati Demikian Pihak Pesantreen tetap mengikuti Perkembangan wabah ini diluar. Sehingga dapat menajdi acuan apakah pendidikan dapat dilanjutkan atau tidak. 

Ia menambahkan saat ini santri setingkat SMP dan SMA kesemuanya masih melanjutkan aktifitas Pendidikannya. Dengan kegiatan Ubudiyah ini ammpu menolak msuibah dengan berharapa diijabah nya do’a para santri kepada Allah SWT. Dengan berada di Pesantren para Santri lebih terjaga Ibadahnya ketimbang berada di rumah masing-masing.  

“kita melihat belum ada suspect, berbeda kalau ada suspect. Selain itu pembelajaran juga Penting untuk mengejar pendidikan ini, jadi Bismillah kita koordinasi dengan wali Santri kita bisa terus belajar” ujarnya Senin (23/03/2020). 

Ditambahkannya sebanyak 390 siswa dari tingkat SMP dan SMA dan 30 orang tenaga pengajar masih terus aktif hingga kini. 

“ Satri nya ada 390 dan 30 pengajar, Karena Allah yang memberikan musibah Allah juga akan mencabutnya. Kalau santri ada dipesantren mereka lebih terjaga dan terukur waktu berdo’anya, dalam Ibadahnya. Maka berharap dengan upaya Ubudiyah ini mereka dapat terus berdo’a dan do’a-do’a mereka akan di Ijabah Allah supaya dijauhkan marabahaya yang sedang menimpa kita ini” tambahnya.    

Salah seorang Santri Muhammad Fariz dari kelas 2 SMA,  ia dan rekan-rekannya merasa terjaga berada dilingkungan Pesantren utnuk itu lah muncul keberaniannya untuk tetapa melangjutkan terus aktifitas Pendidikan di pesantren. 

“ sudah seminggu lah ini. disini kami merasa terjaga, dan pelajaran lebih kurang sama seperti biasa, kalau mau keluar membeli sesuatu harus dititipkan dengan ustad lainnya” ungkapnya. 

Amatan RRI Dalam upaya pencegahan penyebaran Korona pihak pesantren juga megisinya  dengan edukasi di Sekolah bekerjasama dengan Dinkes setempat. Selain itu Pesantren membatasi kunjungan orangtua wali santri, dan tidak mengizinkan orang asing berinteraksi langsung ke Lokasi Pesantren dalam masa Karantina ini. Pesantren juga mengadakan piket bergiliran di Pos masuk. Disamping telah dilaksanakan Penyemprotan Disenfektan di areal Pesantren oleh Pihak Dinas Kesehatan. Menurut Pemimpnan Pesantren Ustad Israullah, Kegiatan siswa berkumpul hanya terbatas pada olahraga, dan Zikir pada shalat berjamaah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00