Sepekan Lebih Usai di Tetapkan Tersangka, Kejari Tahan Mantan Kadishub Aceh Singkil

Tersangka

KBRN, Singkil : Setelah sepekan terakhir, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil memeriksa sebanyak 24 saksi secara maraton terkait kasus dugaan korupsi Mark -Up pengadaan kapal motor penyebrangan (KMP) Singkil -3. Secara resmi Kejaksaan Negeri (Kejari) Singkil, juga menahan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil  inisial "EH". Senin (23/05/2022) petang.

Sebelum ditahan, " EH" juga sempat diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Kapal Singkil-3 yang bersumber anggaran DAK Afirmasi tahun 2018. Senilai Rp1,1 miliar kegiatan di Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Singkil, Aceh.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil, Muhammad Husaini, SH, MH, yang didampingi Kasi Pidsus.  Rahmat Syahroni Rambe, dan Kasi Intel, Budi Febriandi. kepada sejumlah wartawan  menyampaikan. Setelah lebih kurang sepekan ditetapkan status sebagai tersangka, secara resmi pihaknya juga  telah menahan mantan Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil tahun 2017-2020 dan menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora). 

" Penahanan terhadap tersangka "EH" dilakukan selama 20 hari kedepan, terhitung 23 Mei s/d 11 Juni 2022. Dimana, sebelumnya "EH" juga telah ditetapkan tersangka pada 12 Mei 2022 Minggu lalu." Sebut Muhammad Husaini

Diterangkannya, penahan "EH" dilakukan. Selain untuk mempercepat penyelesaian perkara kasus dugaan Korupsi pengadaan kapal Singkil-3. Juga sesuai dengan KUHAP,  untuk menghindari tersangka melarikan diri dan upaya menghilangkan barang bukti. Serta untuk menghindari, terjadinya pengaruh yang dilakukan oleh tersangka terhadap saksi-saksi lainnya dalam penyelesaian perkara ini.

Sementara itu, ketika disinggung apakah akan ada tersangka baru. Muhammad Husaini menegaskan, akan ada tersangka lainnya (baru) dalam kasus tersebut.

Bahkan ditegaskanya, tim penyidik Kejari Singkil saat ini terus melakukan pengembangan perkara sampai tuntas dan akan melakukan gelar perkara dalam waktu dekat.

" Selanjutnya, tim penyidik akan masih mengembangkan perkara ini hingga tuntas." Tambahnya

Sekedar diketahui, dalam perkara ini. sebelumnya, selain melakukan penahanan terhadap"EH". Tim penyidik juga telah menetapkan tersangka dan  menahanan  “T” selaku Direktur CV. Dewi Shinta (Penyedia) pada 11 Mei 2022 lalu pada proses pengadaan KMP Singkil-3, Aceh Singkil, Aceh.

"EH"  ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan adanya alat bukti karena lantaran menandatangani dan menyusun harga perhitungan sementara (HPS) pengadaan kapal Rp1,1 miliar, yang tidak memenuhi ketentuan Pasal 26 dalam Perpres16 tahun 2018.

Sedangkan "T" ditetapkan tersangka dan ditahan karena terbukti tidak dapat menghadirkan kapal sesuai dengan rancangan anggaran biaya (RAB) atau tidak sesuai spesifikasi kapal. 

Bahkan "T" selaku rekanan/penyedia pengadaan Kapal Singkil 3 dinilai penyedia tidak memenuhi kontrak. Sebab barang yang didatangkan tidak sesuai spesifikasi. 

Disamping itu,  juga terdapat adanya pengalihan subkontrak. Seharusnya penyedia/kontraktor melaksanakan pengadaan kapal, Namun "T" menyerahkan pekerjaan kepada PT.  Maju Bangkit di Surabaya. 

Sehingga perbuatannya tersebut,  tidak sesuai dengan Perpres dan syarat-syarat umum kontrak. 

" Penyedia hanya sebagai perantara bukan pelaksana pekerjaan." Terang Muhammad Husaini

Kedua Tersangka ini, diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar