Tim Penyidik Kejari Singkil, Periksa Puluhan Saksi Kasus Dugaan Korupsi KMP Singkil-3 Secara Maraton

Kapal Singkil-3 senilai Rp. 1, 1 Miliar Lebih. Pengadaan tahun 2018 DAK Afirmasi di Dishub Singkil

KBRN Singkil : Meski dengan masa tenggang waktu yang cukup lama, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Singkil terus berupaya melakukan penanganan kasus atau perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan kapal motor penyebrangan (KMP) Singkil-3 secara tepat dan transparan.

Hal tersebut dilakukan,  sebagai wujud komitmen tim penyidik Kejari setempat, dalam menyelesaikan sejumlah kasus - kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di wilayah hukum Kejari  Aceh Singkil,  yang  menyebabkan terjadinya kerugian negara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil, Muhammad Husaini beberapa hari yang lalu mengungkapkan. Khususnya untuk penuntasan perkara Kasus dugaan korupsi pengadaan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Singkil-3 senilai Rp. 1,1 Miliar lebih tahun 2018 di Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Singkil, Aceh. 

Selain telah menetapkan dua tersangka, tim penyidik juga melakukan pemeriksaan sejumlah saksi - saksi secara meraton.

" Mulai Selasa (17/05/2022) kita melakukan pemeriksaan sejumlah saksi yang berkaitan dengan kasus tersebut." Kata Muhammad Husaini, Jum'at (13/05/2022) Minggu lalu.

Diantaranya, terang Muhammad Husaini saksi yang akan kembali dimintai keterangan, sejumlah pegawai dari Dinas Perhubungan. Kemudian Tim Pokja Aceh Singkil, Penerima barang (Kapal). Serta beberapa saksi ahli lainnya.

" Setidaknya ada sekitar 20 saksi yang akan kita mintai keterangan." Tegasnya

Sekedar diketahui, sebelumnya tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Singkil  telah mengekspos tahapan Perkara, masuk dalam penetapan tersangka.

Di mana, dalam penetapana tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan kapal motor penyebrangan (KMP) Singkil -3 yang menyebabkan kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah. Tim Penyidik Kejari Singkil mentapakab " T" selaku direktur CV Dewi Shinta sebagai penyedia barang, dan  "EH" sebagai Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil priode 2017-2020 resmi menjadi tersangka.

Bahkan, Muhammad Husaini juga menegaskan,  dalam kasus atau Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan KMP Singkil-3 tersebut, tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar