USK : Kasus Mafia Ijazah Palsu Dokter Gadungan PSS Sleman Harus Diusut

Ilustrasi (Istimewa)

KBRN, Banda Aceh : Kasus dugaan dokter gadungan di klub Liga I PSS Sleman, Elwizan Aminuddin menggemparkan publik sepak bola di tanah air. Betapa tidak, sepak terjangnya selama 11 tahun menjadi dokter di sejumlah klub sepak bola tanah air akhirnya terbongkar.

Dokter yang akrab disapa El Amin itu terkahir bergabung di dengan PSS Sleman pada Liga I musim 2021-2022. Kasus ini terbongkar pada saat salah satu nitizen mengungkap bahwa lisensi gelar dokter yang dimiliki El Amin palsu.

Sehingga pihak operator liga dan PSSI langsung turun tangan untuk melakukan penyelidikan sehingga diketahui, Elwizan bukan seorang dokter seperti yang diakuinya pernah lulus di Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Hal tersebut dibenarkan oleh Rekor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU.,ASEAN.,Eng  saat dikonfirmasi RRI, Selasa (7/12/2021). Samsul menyebutkan bahwa Elwizan tidak pernah terdaftar sebagai lulusan kedokteran di universitas tersebut.

“Yang bersangkutan tidak tercatat di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan tidak pernah mengeluarkan ijazah atas nama Elwizan Aminuddin. Tidak perlu ditelusuri memang tidak ada,” kata Samsul.

Pihak Universitas Syiah Kuala juga telah melaporkan kasus ini kepada kepolisian atas dugaan pemalsuan dokumen. Rektor Universitas Syiah Kuala berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus tersebut bukan hanya pada pelaku saja tapi juga menelusuri sindikat mafia pemalsuan ijazah.

“Kita sangat mendukung kasus ini bisa diusut tuntas agar terungkap siapa pelaku yang memalsukan ijazah. Bukan hanya kepada pelakunya saja tapi sindikat pemalsuan ijazah juga. Ini biar ada efek jearnya,” tegasnya.  

Seperti dilansir CNNIndonesia, Elwizan Aminuddin merupakan pria kelahiran Kabupaten Bireun Provinsi Aceh. Dia mengaku sebagai lulusan Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada tahun 2006.

El Amin terjun di dunia sepak bola pada tahun 2010. Saat itu dia menjadi dokter klub Persita Tangerang.

Tak hanya disitu, El Amin juga pernah bergabung bersama sejumlah klub ternama seperti Sriwijaya, Bali United, PS TNI hingga membantu Timnas U 19 saat berlaga di piala AFF tahun 2014.

Kasus ini membuat Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pun angkat bicara. Dia menyayangkan hal ini bisa menimpa sepak bola Indonesia. Karenanya Iriawan akan menerapkan aturan lebih tegas dalam perekrutan dokter Timnas Indonesia.

Dokter PSIS Semarang yang juga mantan dokter Timnas Indonesia, Alfan Nur Asyhar, juga ikut berkomentar.  Menurutnya kasus ini bukan perkara sepele dan kejahatan besar di bidang kesehatan dan olahraga yang terkait dengan prestasi sepak bola Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar