Perkosa dan Bunuh Anak di Bawah Umur, Tersangka Terancam di Vonis Hukuman Mati

Tempat Tersangka Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Singkil di titipkan

KBRN, Singkil : Dua pelaku kasus pembunuhan dan pemerkosaan siswi SMP (13), di salah satu desa di kabupaten Aceh Singkil, sudah memasuki tahap penuntutan. 

Keduanya dituntut, mulai dari tahap  hukuman penjara maksimal 20 tahun. Kemudian, hukuman seumur hidup. Bahkan, hingga sampai ancaman hukuman mati. 

Hal tersebut, disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Singkil (Kajari) Aceh Singkil. Muhammad Husaini, SH, MH, melalui Kasi Intel, Edi Suhadi, kepada RRI di ruang tunggu Kantor Kejari setempat.

"Untuk proses kasus pembunuhan dan pemerkosaan sudah beberapa kali dilakukan persidangan. Yang jelas saat ini sudah tahap penuntutan,” sebut Edi Suhadi. Selasa (22/09/2021)

Kemudian Edi Suhadi mengungkapkan, sebelum menyampaikan tahapan pembacaan tuntutan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Singkil saat ini sedang berkoordinasi dan  meminta petunjuk kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banda Aceh, serta Kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Sedangkan untuk alur atau tahapan proses kasus itu, setelah penuntutan dilanjutkan dengan tahap pembacaan tuntutan, kemudian pembelaan, lalu tahap pledoi dan yang terakhir memasuki tahap keputusan atau vonis hukuman yang dijatuhi kepada tersangka.

“Kita terlebih dahulu minta petunjuk Kejati dan Kejagung menetapkan pasal mana yang akan  dikenakan kepada pelaku.  Sehingga, vonis hukuman tersangka harus setimpal dengan perbuaatan yang meraka lakukan,” Tambahnya

Disamping itu, ketika disinggung tentang keberadaan dua tersangka kasus pemerkosaan dan pembunuhan Siswa SMP itu. Edi Suhadi mengatakan,  saat ini keduanya masih dititipkan di Rutan Kelas IIB Singkil,  di Desa Ketapang Indah,  Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil.

Diketahui sebelumnya, kasus pemerkosaan secara bergiliran sebelum dibunuh oleh dua tersangka, masing-masing A, (34), dan KH ,(56).

Sementara  untuk menghilangkan jejak perbuatan sadis mereka, para tersangka sempat menguburkan mayat korban yang ditemukan dalam kondisi setengah  tanpa busana  pada 18 Mei 2021 lalu.

Peristiwa kasus pemerkosaan dan pembunuhan anak dibawah umur itu, sangat menarik perhatian masyarakat, bahkan proses persidanganya, dan putusan kepada kedua tersangka ini masih dinanti - nantikan masyarakat Kabupaten Aceh Singkil.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00