Kasus Penjualan Kulit Harimau di Aceh Segera Diadili

Foto : Antara

KBRN, Banda Aceh : Perkara penjualan tiga lembar kulit harimau, dengan tersangka AS (48), akan segera disidangkan setelah Kejaksaan Tinggi Aceh, 20 September 2021, menyatakan berkas perkara sudah lengkap. 

Jaksa Penuntut Umum menuntut AS dengan ancaman pidana berdasarkan Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Jo. Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta. 

Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Aceh untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti agar bisa segera dilimpahkan ke pengadilan. Penyidik Balai Gakkum KLHK masih akan terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. 

Untuk diketahui, Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera menangkap AS, 13 Agustus 2021, di Jalan Burung, Desa Gusung Batu, Kecamatan Deleng Pokhisen, Kabupaten Aceh Tenggara, NAD dan mengamankan barang bukti 3 lembar kulit harimau sumatera, tulang, dan 9 kg sisik trenggiling. 

Penangkapan AS bermula dari informasi masyarakat tentang adanya transaksi penjualan bagian-bagian satwa dilindungi di Aceh Tenggara. 

Selanjutnya Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera membentuk tim untuk mengumpulkan informasi, baru kemudian menjalankan Operasi Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar. Tim menangkap AS saat bagian-bagian satwa dilindungi itu akan dijualnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00