Kasus Penggunaan Bansos Konflik Sebesar Rp. 1,9 Miliar di Singkil Berlanjut

Kajari Singki, Muhammad Husaini

KBRN, Banda Aceh : Kejaksaan Negeri (Kejari) Singkil mulai memanggil sejumlah saksi, untuk dimintai keterangan terkait penjelasan realisasi penggunaan dana bantuan sosial (bansos), penanganan korban konflik insiden 13 Oktober 2015 lalu. 

Sebelumnya dana bansos senilai Rp. 1,9 miliar yang bersumber dari APBA dan APBK tahun 2018 itu, diduga tidak sepenuhnya terealisasi kepada penerima manfaat sasaran. Hal ini diketahui, berdasarkan laporan sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Mantan Tim Rekonsiliasi serta Tim Verifikasi dan Identifikasi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Singkil, pada 21 Februari 2021 lalu. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil. Muhammad Husaini, kepada RRI mengatakan. Penyelesaian laporan masyarakat yang tergabung dalam Mantan Tim Rekonsiliasi serta Tim Verifikasi dan Identifikasi ini, masih berlanjut, Kamis (06/05/2021)

" Iya, masih lanjut. Saat ini kita sudah panggil beberapa saksi," sebut Muhammad Husaini.

Muhammad Husaini memaparkan, selain telah memanggil sejumlah saksi dari Provinsi,. juga saksi yang ada di Kabupaten Aceh Singkil, termasuk penerima manfaat bansos akan di mintai keterangan terkait berapa jumlah bantuan yang disudah diterima. 

" Apakah bantuan ini sudah sampai atau tidak, kita akan panggil penerima manfaat," tambahnya

Diketahui, dana bantuan sosial (bansos) terkait penanganan korban konflik insiden 13 Oktober 2015 lalu di Kabupaten Aceh Singkil sebesar Rp.1,9 Miliar Rupiah ini, masing sumber anggaran bantuan sebesar Rp1,5 miliar bersumber APBA, dan sebanyak Rp. 400 juta dari APBK. Diduga,  dana yang di kelola Bakesbangpol tersebut belum sepenuhnya terealisasi

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00