Dirlantas Polda Aceh, Gagas Fiqih Tertib Berlalu lintas Untuk Tekan Korban Kecelakaan

KBRN, Banda Aceh : Didasari keinginan luhur untuk menekan angka kecelakan di jalan raya serta pelanggaran berlalulintas di Bumi Serambi Mekah, Direktur Lalu Lintas (DIRLANTAS) Polda Aceh, Kombes Pol. Dicky Sondani menggagas penyusunan rancangan Fiqih tertib berlalu lintas di propinsi Aceh.

Kombes Pol. Dicky Sondani dalam wawancara khususnya dengan RRI siang tadi, Kamis (22/04/2021) menjelaskan, saat ini sangat tinggi angka kecelakaan di jalan raya, terutama didominasi pengendera kenderaan berusia dini, pelajar SMP dan SLTA.

“Hari ini, Kamis 22 April, saya bersama Ketua MPU, Dekan Fakultas Hukum USK, Dekan Syariah dan Hukum UIN, Kakanwil Kemenag Aceh, Dinas Dayah, Dinas Syariah Islam,Kanwil Perhubungan serta sejulah Kepala Sekolah, kami berdiskusi , bagaimana mengatasi masalah lalu lintas di Aceh ini, karena banyak sekali korban kecelakaan lalu lintas di Aceh”, jelas Dicky Sondani.

Menurut Dicky Sondani, kendati sudah ada Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, namun sosialisasinya belum berjalan maksimal di Aceh. Keberadaan dan status propinsi Aceh dengan sejumlah keistimewaannya, menurut Perwira Menengah ini, akan disinergikan antara UU Nomor 22/2009 sebagai hukum positif Indonesia dengan Fiqih tertib berlalu lintas.

“Nomor 22 tahun 2009, ini belum secara maksimal dilakukan sosialisasi ke seluruh masyarakat, nah untuk memperkuat Undang undang Lalu Lintas ini, terutama di Aceh yang merupakan daerah khusus berlaku Syariat Islam, maka kita akan berupaya membuat fiqih tentang lalu lintas. Nah, ternyata sambutan daripada kawan kawan saat diskusi tadi sangat berguna sekali untuk melahirkan fiqih tertib berlalu lintas”, urai Kombes Pol. Dicky Sondani.

Ditegaskan, Jajaran Polda Aceh dan Direktorat yang dipimpinnya memiliki niat mulia untuk melahirkan fiqih tertib berlalulintas, sebagai salah satu upaya menyelamatkan anak bangsa dari kecelakaan saat berlalulintas di jalan raya.

“Kita tidak mau ada korban lagi yang jatuh di Aceh ini, maka kita berupaya, kita masukkanlah dengan melalui pendekatan agama, sentuhan melalui Fiqih, kami yakini dapat membuat orang sadar akan kebutuhan tertib berlalulintas, taat berlalulintas ini suatu kebutuhan”, pungkas Dicky.

Hasil diskusi/rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka menyusun rancangan fiqih tertib berlalu lintas tersebut, akan dilanjutkan dengan pembentukan Tim Perumus/Perancang.

Pada sisi lain, Dicky Sondani menegaskan, pihaknya tetap melakukan kegiatan operasi kepolisian, seperti razia di jalan serta sosialisasi peraturan dan perundang undangan berlalu lintas di jalan raya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00