Buntut Mahasiswi Lumpuh Usai Divaksin : Jangan Jadikan Sertifikat Syarat Administrasi

Foto : Istimewa

KBRN, Banda Aceh : Kepala Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat Hamdani, SH meminta kepada pemerintah ataupun isntitusi terkait jangan menjadikan sertifikat vaksin covid-19 sebagai syarat administrasi. 

Pernyataan ini disampaikan Hamdani menanggapi kasus kelumpuhan seorang mahasiswi asal Suak Ribee, Kabupaten Aceh Barat, Amelia Wulandari (22) setelah menjalani vaksin covid-19. 

Amelia mengalami kejang-kejang, mual hingga kulit membiru dan lumpuh pada bagian kaki setelah divaksi. Padahal mahasiswi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh itu mengalami keluhan tipes, lambung akut dan sinusitis. 

Amelia terpaksa menjalani vaksin untuk mendapatkan sertifikat sebagai syarat administrasi di kampusnya. 

Dikatakan Hamdani, jika sertifikat vaksin dijadikan sebagai syarat, maka tidak menutup kemungkinan akan ada korban lain seperti Amelia. 

"Institusi yang ada baik didunia pendidikan, maupun pemerintahan serta swasta tidak menjadikan vaksinasi sebagai syarat mutlak dalam kebutuhan dari kegiatan yang akan dijalankan oleh institusi tersebut," katanya kepada RRI, Senin (2/8/2021). 

"Kita khwatir, jika ini terus dijadikan syarat mutlak, maka kedepan tidak tertutup kemungkinan terus memakan korban dalam kegiatan vaksinasi. Contohnya, kasus yang menimpa Amelia," tambahnya. 

Menurut Hamdani, harus ada pihak yang bertanggung jawab atas apa yang menimpa Amelia. 

"Lantaran ia tidak bisa mendapatkan surat keterangan tidak bisa divaksin setelah menjumpai dokter Spesialis di Rumah Sakit Montela, dan sang dokter dirumah sakit itu tidak mau mengeluarkannya serta tetap kukuh jika Amelia bisa divaksin. sehingga, mahasiswi itu pun jalani vaksinasi untuk memenuhi syarat bisa wisuda, seperti yang diberitakan media sesuai dengan yang disampaikan oleh  keluarga Amelia," ungkapnya. 

“Tapi apa yang dialami oleh Amelia pasca vaksin. Kini, ia harus di rawat di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien karena alami lumpuh. Apa yang dialami Amelia saat ini siapa yang bertanggung jawab?  Karena itu saya rasa vaksin jangan jadi paksaan tapi kesadaran,” tegas Hamdani. 

Dia menilai, jika institusi menjadikan sertifikat vaksin sebagai syarat mutlak, maka tim Satgas Covid-19 gagal dalam mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi dengan kesadaran mereka sendiri. 

"Vaksin ini kesadaran sebagai ikhtiar untuk melawan covid-19, bukan hanya semata-mata untuk memperoleh sertifikat," pungkasnya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi asal Kabupaten Aceh Barat Amelia Wulandari (22) warga Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat mengalami kelumpuhan yang diduga akibat vaksin covid-19. 

Mahasiswi Fakultas Hukum di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh itu menjalani vaksin di Akper Suak Ribee pada Selasa (27/7/2021). Usai divaksin, korban mual, kejang-kejang, kulit membiru hingga mengalami kelumpuhan. 

Paman korban Allymuddin mengatakan, korban saat ini telah dibawa ke rumah sakit umum daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk mendapat perawatan. 

Menurut pengakuan sang paman, Amelia mengalami keluhan penyakit lambung akut, tipes dan sinusitis. Korban sebelum di vaksin, sempat berkonsultasi dengan salah satu dokter di puskesmas Suak Ribee agar dikeluarkan surat keterangan. 

Lalu pihak puskesmas mengeluarkan surat keterangan soal penyakit yang diderita Amilia. Dalam surat keterangan tersebut Amelia disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter spesialis. 

Korban yang didampingi ibunya lalu mendatangi salah satu rumah sakit, dan oleh dokter spesialis di rumah sakit tersebut merekomendasikan agar korban tetap divaksin. Padahal korban sudah memperlihatkan surat keterangan soal keluhan penyakit yang dideritanya dari Puskesmas. 

Merasa tidak ada solusi terhadap keluhanya, korban kemudian terpaksa menjalani vaksin di Akper Suak Ribee. Namun setelah divaksin korban mengalami mual-mual pada siang harinya. Kemudian pada malam hari korban kejang-kejang dan kulit membiru hingga pada akhirnya korban lumpuh. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Syarifah kepada RRI menyebutkan, bahwa kondisi korban sudah mulai membaik. 

"Alhamdulillah Sudah agak membaik,kita doakan cepat sembuh," katanya. 

Menurut informasi yang diterima, bahwa Amelia menjalani vaksin untuk keperluan sertifikat sebagai syarat administrasi di kampus Universitas Syiah Kuala. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00