YARA Minta Dinkes Investigasi Kasus Mahasiswi Lumpuh Usai Divaksin

KBRN, Banda Aceh : Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta Dinas Kesahatan Kabupaten Aceh Barat untuk melakukan investigasi terhadap kasus seorang mahasiswi di Aceh Barat yang mengalami kelumpuhan usai divaksin covid-19. 

"Kita mendesak Dinas Kesehatan maupun Satgas Covid 19 untuk melakukan investigasi penyebab kelumpuhan yang dialami Amelia Wulandari tersebut sebagaimana pengakuan pihak keluarga," kata Hamdani SH. Kepala Perwakilan YARA Aceh Barat kepada RRI, Senin (2/8/2021). 

Menurutnya, investigasi ini penting dilakukan untuk mencari tahu penyeebab mengapa mahasiswi tersebut mengalami kelumpuhan. 

"Setelah Investigasi tersebut dilakukan apapun hasilnya untuk membuktikannya ke publik apakah benar di sebabkan karena vaksin atau bukan. ini harus di jelaskan penyebab sebenarnya. Kami berharap kepada Satgas Covid agar tidak menutupi persoalan ini," tegas Hamdani. 

Hamdani juga menambahkan, agar pemerintah tidak sewenang-wenang membuat aturan yang menjadikan sertifikat vaksin sebagai syarat administrasi. 

"Kita juga berharap kepada Institusi terkait, pemerintahan apapun itu tidak menjadikan segala sesuatu urusan sertifikat vaksin tersebut sebagai syarat mutlak dalam kepengurusan Administari dan hal hal lainnya yang berujung pada sanksi." 

"Kami menilai, disini seperti ada hal yang bertolak belakang. Sebab,  pemerintah pusat melalui Juru Bicara Kementrian Kesehatan pernah mengeluarkan statmennya ke publik bahwa sertifikat vaksin tidak menjadi suatu syarat  dalam setiap kepentingan Administrasi," ungkap Hamdani. 

Menurutnya, jika ini di paksakan, maka dikhawatirkan apa yang dialami oleh Amelia Wulandari akan dialami juga oleh yang lainnya. 

"Yang perlu kita garis bawahi jika Sertifikat Vaksin menjadi syarat mutlak dalam kepengurusan setiap Administrasi dan lainnya brarti satgas covid gagal mengimbau masyarakat sadar vaksin," pungkasnya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumbya, seorang mahasiswi asal Kabupaten Aceh Barat Amelia Wulandari (22) warga Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat mengalami kelumpuhan yang diduga akibat vaksin covid-19. 

Mahasiswi Fakultas Hukum di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh itu menjalani vaksin di Akper Suak Ribee pada Selasa (27/7/2021). Usai divaksin, korban mual, kejang-kejang, kulit membiru hingga mengalami kelumpuhan. 

Paman korban Allymuddin mengatakan, korban saat ini telah dibawa ke rumah sakit umum daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk mendapat perawatan. 

Menurut pengakuan sang paman, Amelia mengalami keluhan penyakit lambung akut, tipes dan sinusitis. Korban sebelum di vaksin, sempat berkonsultasi dengan salah satu dokter di puskesmas Suak Ribee agar dikeluarkan surat keterangan. 

Lalu pihak puskesmas mengeluarkan surat keterangan soal penyakit yang diderita Amilia. Dalam surat keterangan tersebut Amelia disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter spesialis. 

Korban yang didampingi ibunya lalu mendatangi salah satu rumah sakit, dan oleh dokter spesialis di rumah sakit tersebut merekomendasikan agar korban tetap divaksin. Padahal korban sudah memperlihatkan surat keterangan soal keluhan penyakit yang dideritanya dari Puskesmas. 

Merasa tidak ada solusi terhadap keluhanya, korban kemudian terpaksa menjalani vaksin di Akper Suak Ribee. Namun setelah divaksin korban mengalami mual-mual pada siang harinya. Kemudian pada malam hari korban kejang-kejang dan kulit membiru hingga pada akhirnya korban lumpuh. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Syarifah kepada RRI menyebutkan, bahwa kondisi korban sudah mulai membaik. 

"Alhamdulillah Sudah agak membaik,kita doakan cepat sembuh," katanya. 

Menurut informasi yang diterima, bahwa Amelia menjalani vaksin untuk keperluan sertifikat sebagai syarat administrasi di kampus Universitas Syiah Kuala. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00