Aceh Memasuki Musim Kemarau, Waspada Karhutla

Ilustrasi. Foto : BPBD

KBRN, Banda Aceh : Saat ini  Provinsi Aceh sedang dilanda musim kemarau, sejumlah wilayah terpantau dalam beberapa minggu terakhir tidak turun hujan dan kondisi ini bisa berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan. 

Pada Kamis (17/6/2021) kemarin, dua hektar lahan dilaporkan terbakar di wilayah kecamatan Kota Jantho kabupaten Aceh Besar. Kebakaran ini dipicu karena adanya aktivitas pembakaran yang diduga dilakukan oleh masyarakat. Namun karena kondisi wilayah setempat sedang kemarau, kebakaran lahan ini meluas hingga dua hektar. 

Namun dengan kesigapan petugas bpbd dan pihak terkait langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian bersama armada pemadam kebakaran untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke area lainya. 

Menyikapi peristiwa ini, Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah provinsi Aceh. 

“Kepada masyarakat diimbau agar tidak membuka area perkebunan dengan cara membakar, karena jika ini terjadi maka sulit untuk dipadamkan seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Ilyas, Jumat (18/6/2021). 

Sementara itu, Koordinator data dan informasi badan meteorologi kolimatologi dan geofisika (BMKG) kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh Zakaria Ahmad menyampaikan, berdasarkan pengamatan dari citra satelit bahwa pada hari ini tidak terpantau titik api. Namun beberapa hari sebelumnya, ada terdapat beberapa titik api di sejumlah kabupaten di Aceh. 

Menurutnya, dalam beberapa minggu terakhir sejumlah wilayah jarang terjadi hujan dikarenakan musim kemarau, oleh sebab itu diimbau kepada masyarakat agar mewaspadai terjadinya kebakaran hutan, lahan dan pemukiman.

“Kebakaran hutan dan lahan itu hampir 100 persen dipastikan karena akibat adanya pembakaran, karena kalau terbakar sendiri itu jarang terjadi. Oleh sebab itu diimbau kepada masyarakat agar mewaspadai terjadinya kebakaran hutan, lahan dan pemukiman,” ungkap Zakaria. 

Sementara itu berdasarkan pantauan titik panas yang dilakukan bmkg sejak tanggal 17 Juni hingga 18 Juni tidak ada titik api yang terlihat di aceh. Pihaknya kata zakaria akan terus memonitoring titik panas di wilayah aceh karena biasanya saat memasuki musim kemarau kemunculan titik panas sering terjadi yang diakibatkan berbagai hal salah satunya kebakaran lahan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00