Penderita Stunting di Perbatasan Wini Mencapai 105 Anak

KBRN, Kefamenanu: Mencegah tingginya angka penderita stunting di wilayah perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah kabupaten menginstruksikan seluruh desa maupun kelurahan untuk fokus melakukan pengobatan maupun pencegahan.   Kepala Desa Humusu Wini, Alfridus Bana kepada RRI membenarkan hal tersebut.   Karena  khusus untuk wilayah Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, saat ini bayi dan balita yang positif terkena stunting mencapai angka 105 anak, sementara untuk ibu hamil berjumlah 52 orang.

“Stunting di Timor Tengah Utara memang cukup tinggi, sehingga Bupati menginstruksikan kepada kami untuk melakukan pendataan. Khusus untuk Desa Humusu Wini ini, anak bayi dan balita yang terkena stunting ada sekitar 105 anak, itu usia rata-rata mereka usianya 0-2 tahun, sedangkan ibu hamil ada sekitar 52 orang”. Kata Alfridus senin (15/07/2019).

Untuk menindak lanjuti hal tetsebut,  pemerintah desa saat ini bekerjasama dengan pihak puskesmas melakukan upaya pengobatan  serta  pencegahan stunting melalui pemberian makanan gizi tambahan. Dalam upaya tersebut para perawat puskesmas dibantu seluruh kader posyandu.

“Kami memang fokus dengan stunting ini, sehingga kami bekerjasama antara pihak puskesmas, artinya bahwa para perawat tidak bekerja sendirian, karena mereka dibantu para kader posyandu, dan setip kali kegiatan ini dilakukan berpusat di puskesmas”.

Menurutnya pencegahan stunting lebih di titik beratkan pada penanganan masalah gizi  yaitu faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan, dalam hal ini makanan bergizi. Sesuai kesepakatan bersama pemerintah daerah,  upaya tersebut terus dilakukan dengan  target,  akan tuntas pada november 2019 mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00