Persab Belu Seleksi Pemain U-23 Persiapan Menuju ETMC 2021 Lembata

Tim pelatih persab Belu Yakubus Lengo saat memberikan arahan proses seleksi pemain u-23

KBRN, Atambua : Persatuan sepak bola persab kabupaten Belu  melakukan seleksi pemain U-23 untuk mengikuti ajang bergengsi liga 3 Eltari Memorial Cup ETMC 2021 di Lembata.

Tim pelatih persab Belu Yakubus Lengo di temui rri kamis sore saat tengah melakukan seleksi terhadap para pemain di lapangan umum atambua mengatakan selama 2 hari ini akan benar benar menyaring pemain-pemain muda berbakat,  untuk dibina dan dilatih dalam persiapan kompetisi liga 3 Eltari Memorial Cup 2021 Lembata, kamis (27/06/2021). 

Seleksi ini lebih difokuskan pada ketrampilan dan inteligensi yang ditunjukkan para calon pemain, sementara mengenai stamina, akan di bina secara bertahap.

‘’ 17 dan 18 juni ini, kami yang di percayakan untuk melakukan seleksi pemain, akan benar-benar bekerja semaksimal mungkin mencari pemain yang berbakat, dengan melihat pada skill dan inteligensi pemain dalam mengolah bola, dan sejauh ini terlihat beberapa pemain menunjukannya dan akan terus dipantau ‘’.

“ Pada hari pertama ini, kurang lebih 39 pemain yang telah ikut berpartisipasi, kita berharap seleksi kedua nanti dapat ikuti lebih banyak lagi anak-anak muda. Dan dalam seleksi ini kita membutuhkan 23 pemain”, lanjut yakobus.

Sementara Sekretariat Persab Kabupaten Belu Jhoni Antonio Martin menyampaikan dalam persiapan liga 3 ETMC Lembata, tahapan seleksi yang dilakukan saat ini terbuka untuk semua kalangan masyarakat khususnya anak-anak muda, tanpa melihat latar belakang pemain.

Usai seleksi pemain-pemain berbakat yang terpilih dalam tim Persab Belu akan karantina, dan di bina dengan berbagai materi yang sudah disiapkan, dan optimis mampu menghasilkan tim persab belu yang berkualitas.

“ seleksi ini terbuka untuk umum, jadi anak-anak muda berbakat siapa saja boleh ambil bagian, kemudian setelah tahap seleksi ini, yang sudah tergabung dalam tim persab akan di training center, karantinakan, lalu di latih dan dibina dengan materi-materi yang sudah disiapkan. Tentunya kita optimis sekali pemain-pemain tergabung nanti mampu membawa belu lebih baik ke depannya ”.

Terkait polemik seleksi pemain U-23 yang sebelumnya telah dilakukan oleh Asosiasi Sepak Bola menurut Jhoni Martin harus kembali melihat pada regulasi, status berkas pssi karena form yang harus didaftarkan harus bersatus club.

" Kami hormat kepada teman teman di Asosiasi kabupaten, propinsi yang mengurus sepakbola kompetisi, wasit pelatihan. Tapi apa yang menjadi ranahnya teman teman itu, harus di tracking sesuai ketentuan regulasi, ".

" Kita membangun hubungannya yang baik dengan Asosiasi kalau sudah ada pemain yang diseleksi disana dan kalau ada komunikasi yang berjalan maksimal, kita bisa berembuk mencari pemain terbaik yang dapat membangun tim persab yang betul-betul solid", pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00