BPJS Ketenagakerjaan Cabang Atambua Lakukan Monitoring Dan Evaluasi Kepada 68 Agen Perisai Di TTU

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi kepada 68 agen Perisai di TTU oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Atambua.jpg

KBRN, Kefamenanu: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Atambua lakukan Monitoring dan Evaluasi kepada 68 agen Perisai penggerak jaminan nasional ketenagakerjaan di kabupaten Timor Tengah Utara.

Kegiatan yang dimotori oleh BPJS Ketenagakerjaan cabang Atambua tersebut, berlangsung di Caffe Expreso Jabalmart, Kota Kefamenanu dan dihadiri oleh 68 agen Perisai yang tersebar di wilayah kabupaten TTU.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Atambua, Nasrullah Umar kepada wartawan menuturkan, kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan tersebut, bertujuan untuk memberikan pembekalan bagi mitra BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyambung lidah ke masyarakat agar lebih maksimal dalam melaksanakan tugasnya saat mensosialisasikan ke masyarakat di desa-desa dalam mendapatkan perlindungan pekerjaan.

" hadir dalam kegiatan ini merupakan mitra kami yang secara tidak langsung sebagai mitra dalam membantu BPJS Ketenagakerjaan untuk mensosialisasikan program ini sekaligus mencari dan mengakuisisi peserta baru yang ingin bergabung, " tutur Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Atambua, Nasrullah Umar kepada RRI, rabu (16/06/2021).

Kegiatan ini juga, lanjut Nasrullah, sebagai bentuk motivasi kerja bagi mitra-mitra perisai jaminan nasional ketenagakerjaan yang ada di kabupaten TTU agar selalu semangat dan berkomitmen dalam menjalankan tugas mereka mencari dan mengakuisisi peserta baik Peserta Penerima Upah (PU) maupun peserta Bukan Penerima Upah (BPU).

Ia mengatakan, peserta yang saat ini sudah mendaftar pada program tersebut, mengalami peningkatan sehingga secara tidak langsung BPJS Ketenagakerjaan sudah mempekerjakan masyarakat Kabupaten TTU.

Hal ini, lanjut Nasrullah, sebagai bentuk kerja sama dari mitra perisai dalam mensosialisasikan program ini kepada masyarakat, sehingga semua masyarakat pekerja mandiri maupun pekerja penerima upah yang ada di TTU bisa terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan demi memutus rantai kemiskinan.

'' hingga hari ini masyarakat TTU yang sudah mendaftar jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan itu sebanyak 8.927 peserta dan mitra perisai penggerak jaminan nasional ketenagakerjaan sebanyak 68 orang, '' jelasnya.

Nasrullah mengungkapkan, kegiatan ini juga merupakan tindaklanjut atas pesan dari Bupati Timor Tengah Utara yang sangat mengharapkan agar program ini dapat disosialisasikan kepada semua masyarakat di kabupaten TTU dan mampu menjangkau semua masyarakat TTU agar bisa mendapatkan perlindungan pekerjaan, baik itu Pekerja Penerima Upah (PU) maupun Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Ia juga menargetkan agar para pekerja di wilayah Indonesia khususnya Kabupaten TTU bisa dikoordinir dalam program ini, baik itu pekerja mandiri maupun pekerja penerima upah.

Nasrullah juga berharap dengan adanya kegiatan ini, pihaknya dapat meng-update informasi baru yang dijumpai oleh mitra perisai penggerak jaminan nasional ketenagakerjaan sehingga bisa dicarikan solusi terutama bagi mitra yang baru bergabung.

" harapan kami yaitu kualitas dari agen perisai ini meningkat dari sisi pemahaman, sisi pengetahuan dan pengalaman berbicara di depan umum, itu yang kami update terus tiap bulan, " harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00