Pergi Melaut Seorang Nelayan Tenggelam Di Laut Atapupu, Timor Barat Perbatasan RI-RDTL.

Kepala BPBD Belu saat melakukan Koordinasi dengan Komandan Tim pencarian dari Basarnas NTT.

KBRN, Atambua : Seorang nelayan atas nama Dedi (36) Dilaporkan menghilang saat melaut di perairan Atapupu, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, nelayan yang berdomisili di RT10/RW04, Dusun Fatuluka, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu, Pergi melaut untuk mencari ikan sejak Minggu dini hari pukul 03.00 Wita (31/1/2021) kemarin, Dedi melaut menggunakan perahu viber warna biru les kuning mesin tempel, namun hingga pagi hari tidak kembali, Kurang lebih di 3 mil laut dari darat Pelabuhan Atapupu hanya ditemuka perahu milik nelayan Dedi dengan kondisi mesin perahu masih dalam keadaan hidup, atas kejadian tersebut warga langsung melapor.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Belu, Baltasar Bouk, kepada RRI Senin (01/02/2021), Membenarkan adanya kejadian tersebut, diperkirakan neyalan yang tengah melaut tersebut tenggelam akibat terseret gelombang yang cukup tinggi karena pada malam kejadian terjadi hujan sangat deras disertai angin kencang dan gelombang sangat tinggi, setelah menerima laporan adanya nelayan yang tenggelam pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional (BASARNAS) Propinsi Nusa Tenggara Timur yang kemudian dilakukan upaya pencarian. 

Dikatakan himbauan terus dilakukan agar masyarakat mewasapadi gelombang tinggi dan dianjurkan tidak melaut namun karena kebutuhan hidup sehingga masih banyak nelayan yang mengabaikan himbauan tersebut. Lanjutnya upaya pencarian dari tim gabungan akan terus dilakukan hingga tujuh hari kedepan.

“Kami mendapatkan Laporan dari Masyarakat tim BPBD Langsung turun ke lokasi dan melakukan koordinasi dengan Basarnas untuk melakukan upaya Pencarian dan hari ini hari kedua pencarian, selain tim masyarakat nelayan juga ikut membantu dan diharapkan nelayan hilang ini segara ditemukan, kami juga memberikan pendampingan kepala keluarga,”Jelasanya 

Sementara komandan tim pencarian dari Badan SAR Nasional (BASARNAS) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanes Lake Watun menjelaskan, pencarian telah dilakukan dihari kedua dengan melibatkan tim gabungan dari Pol Airud, Pos Angakatan laut BPBD BELU dan masyarakat nelayan, dengan lokasi pencarian menyisir kearah timur dan barat tiga hingga empat mil dari lokasi yang diperkirakan terjadinya nelayan tersebut tenggelam. Dikatakan tim basarnas sebanyak 9 orang sesuai sop akan melakukan pencarian selama 7 hari meski terkendala dengan angin kencang dan gelombang yang tinggi namun akan tetap dilakukan upaya pencarian sesuai dengan standar.

“Kami bersama tim gabungan akan terus melakukan upaya pencarian yang tentunya dengan melihat kondisi cuaca yang terjadi saat ini, juga bekerjasama dengan para nelayan yang ada disepanjang pesisir pantai,”Ungkapnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00