Hasil Rapid Antigen, 21 Warga TTU di Rusunawa dinyatakan Reaktif

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Timor Tengah Utara, Kristoforus Ukat saat berada di ruang kerjanya.

KBRN, Kefamenanu: Sebanyak 21 orang warga kabupaten Timor Tengah Utara provinsi Nusa Tenggara Timur yang saat ini sedang menjalani proses karantina di Rumah Sakit Darurat Rusunawa BTN Kefamenanu dinyatakan Reaktif Covid-19.

Hasil tersebut diketahui usai Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 TTU melakukan pemeriksaan Rapid Antigen terhadap 21 orang tersebut di Rumah Sakit Leona Kefamenanu dan hasilnya dinyatakan Reaktif.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 kabupaten TTU, Kristoforus Ukat kepada RRI menuturkan, dari total 21 orang yang dinyatakan Reaktif Rapid Antigen, lima diantaranya merupakan pelajar di SMA Vides kefamenanu sedangkan yang lainnya merupakan pelaku perjalanan.

Kristo mengatakan, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, saat ini pihaknya telah mengirimkan 14 sample dari 21 orang tersebut ke laboratorium Kupang, sedangkan sisanya ditargetkan akan dikirimkan secepatnya.

" kita sudah kirim 14 sample ke laboratorium kupang untuk dilakukan pemeriksaan dan kita menunggu hasil uji sample di laboratorium itu, walaupun reaktif Rapid Antigen tetapi kita belum bisa mengatakan bahwa kasus itu terkonfirmasi " tutur Juru bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 TTU, Kristoforus Ukat kepada RRI, rabu (06/01/2021).

Diakui Kristo, saat ini memang terjadi peningkatan jumlah Reaktif dari hasil test Rapid Antigen, namun terhitung sejak desember 2020 hingga saat ini, kabupaten TTU masih berada dalam zona hijau.

Meski demikian, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir serta selalu menjaga jarak sehingga dapat membantu mencegah semakin meluasnya penyebaran Covid-19.

" saat ini kita mengharapkan kesadaran dari masyarakat untuk betul-betul melaksanakan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, itu harus timbul dari kesadaran masyarakat bahwa virus itu sangat berbahaya kalau tidak melaksanakan protokol kesehatan, karena masyarakat hanya takut saat diawasi," harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00