Diduga bohongi petugas Satgas Covid-19 TTU, 26 pekerja asal semarang lolos karantina

Para Pekerja asal Semarang saat dijemput dan dibawa ke Rusunawa untuk dikarantina, selasa (01/12/2020) .jpg

KBRN, Kefamenanu: Sebanyak 26 orang pekerja asal Semarang - provinsi Jawa Tengah, tiba di kota Kefamenanu kabupaten Timor Tengah Utara, NTT tanpa melalui karantina pada selasa (01/12/2020).

26 orang pekerja asal semarang tersebut, diduga telah membohongi petugas Satgas Covid-19 yang berjaga di Pos Perbatasan Oeperigi dengan dalih hendak menuju ke Atambua untuk bekerja. 

Namun bukannya ke atambua, para pekerja tersebut malah turun di kota kefamenanu untuk menyelesaikan proyek pembangunan gedung SDN Neonbat yang berlokasi di kelurahan maubeli kecamatan kota kefamenanu.

Informasi yang berhasil dihimpun RRI, selasa (01/12/2020), diketahui 26 orang pekerja tersebut, direkrut oleh Yustinus Go selaku kepala cabang Perum Biro Permai Kefamenanu, untuk menyelesaikan pengerjaan proyek yang saat ini sedang ditanganinya.

Menurut Bhabinkamtibmas kelurahan Maubeli, Brigpol. Raimundus Jimmi, Kedatangan para pekerja tersebut, diketahui saat ia melihat banyaknya pekerja asal Jawa yang turun dari sebuah bus di lokasi proyek yang tidak jauh dari rumahnya.

Melihat banyaknya pekerja asal jawa tersebut, lanjut Brigpol. Raimundus, dirinya pun langsung melakukan koordinasi dengan petugas yang berjaga di pos perbatasan oeperigi guna mengetahui asal serta tujuan dari para pekerja tersebut.

Saat melakukan koordinasi itulah, tambah Brigpol. Raimundus, baru diketahui para pekerja tersebut diduga telah membohongi para petugas yang berjaga di pos oeperigi dengan dalih tujuan ke atambua sehingga mereka tidak dikarantina.

" setelah kita lakukan koordinasi, teman-teman di pos oeperigi langsung merespon dan menjemput para pekerja dan langsung dibawa ke Rusunawa untuk dikarantina " ungkap Brigpol. Raimundus Jimmi kepada RRI, selasa (01/12/2020).

Brigpol. Raimundus menambahkan, usai para pekerja tersebut dijemput menuju ke rusunawa - BTN, petugas satgas covid-19 dari dinas kesehatan kabupaten TTU, langsung melakukan penyemprotan desinfektan ke seluruh gedung SDN Neonbat.

Sementara itu, kepala cabang Perum Biro Permai, Yustinus Go kepada RRI mengaku, tujuan para pekerja tersebut memang hendak bekerja ke atambua.

Namun setelah melewati perbatasan oeprigi, lanjut Yustinus, dirinya memperoleh informasi bahwa pekerjaan di atambua belum siap, sehingga para pekerja tersebut dialihkan untuk bekerja di kota kefamenanu.

" sebenarnya mereka tujuan atambua, tapi begitu lewat pos oeperigi ditelepon di atambua lahannya belum siap, jadi sudah saya bilang mumpung disini masih butuh tenaga jadi saya bilang bawa kesini, tidak ada tujuan apa-apa karena mereka pencari kerja jadi kita minta ya mereka datang " jelas Yustinus.

Yustinus menambahkan, saat pekerja tersebut tiba di lokasi proyeknya yang berada di SDN Neonbat, dirinya tidak sempat berkoordinasi dengan satgas covid-19 kabupaten TTU.

Meski demikian, lanjut Yustinus, para pekerja tersebut diketahui telah mengantongi dokumen hasil pemeriksaan Rapid Test dari lokasi keberangkatan mereka.

" kita semata-mata hanya minta mereka kerja disini karena atambua belum siap, tapi saat mereka naik pesawat mereka sudah di rapid test, diambil darah dan testnya sekitar 3 kali, dokumennya pun lengkap  " tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00