KPU Belu Gelar Bimtek Pemungutan dan Penghitungan Suara.

Komisioner KPU Belu Devisi Teknis Jhony A Neolaka, saat memberikan materi dalam kegiatan bimbingan teknis.

KBRN, Atambua : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu Menggadakan Bimbingan teknis (Bimtek) Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pada Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Belu Tahun 2020, Rabu (24/11/2020) yang diselenggarakan di Aula Hotel Nusantara II Atambua. Sosialisasi diikuti oleh Panitia pemilihan kecamatan (PPK) sekabupaten Belu, pelaksanaan Bimtek tersebut diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Membuka kegiatan tersebut Ketua KPU Belu, Mickael Nahak mengatakan, pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati ditengah situasi pandemi Covid 19 karenanya, perlu dilakukan Bimtek berkaitan dengan aturan dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara yang telah termuat dalam regulasi yang perlu diketahui seluruh PPK untuk ditaati serta dilaksanakan pada saat pemungutan dan pemghitungan suara.

“Bimtek ini sangat penting karena pelaksanaan pemilu tahun ini, berbeda dengan lima tahun sebelumnya sehingga, peserta yang mengikuti Bimtek hari ini harus serius mendengarkan dan melaksanakan sesuai regulasi pada hari pemungutan dan penghitungan suara,”Ungkapnya

Sementara sebagai pemateri Komisioner KPU Belu Devisi Teknis Jhony A Neolaka menjelaskan, dalam pelaksanaan pemungutan suara pada Pilkada dilaksanakan dengan menyiapkan 12 protokol kesehatan yang harus dipatuhi masyarakat, hal ini untuk mengantisipasi cluster penyebaran corona virus disease (covid-19). Kebiasaan baru dalam proses pemungutan suara diantaranya wajib mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, mengenakan sarung tangan, APD tersebut disiapkan sesuai dengan petunjuk KPU RI.

"Kita berkomitmen untuk tidak menimbulkan cluster baru penyebaran covid, dalam pelaksanaan Pilkada, salah satunya tahapan pemungutan suara wajib dilaksanakan dengan menerapkan kebiasaan baru protokol kesehatan,”Jelasnya.

Menurutnya pada saat pemungutan suara pada hari pencoblosan, masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan, melakukan pengecekan suhu tubuh, menggunakan masker dan mencuci tangan. Kemudian pula disediakan bilik khusus bagi masyarakat yang suhu tubuhnya diatas 37,8 derajat celcius, kemudian dibatasi agar masyarakat tidak terlalu lama mengantri.

“Jadi setiap TPS nanti dilakukan penyemprotan disinfektan, petugas KPPS dan Pemilih harus memakai masker, diatur jarak setiap pemilih, menyediakan fasilitas  cuci tangan, menyiapkan sarung tangan bagi pemilih, mengatur kedatangan pemilih, memakai pelindung wajah, tidak memperkenankan bersalaman, menggunakan tinta tetes, serta menyediakan bilik khusus bagi pemilih yang suhu tubuh nya diatas 37,3°C “ terangnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00