Bertambah Satu Kasus Positif Covid -19 di TTU, Pelaku Perjalanan dari Papua

Bupati TTU, Raymudus Sau Fernandez saat ditemui RRI, rabu (14/10/2020).jpg

KBRN, Kefamenanu: Kasus terkonfirmasi positif Covid - 19 di kabupaten Timor Tengah Utara, provinsi Nusa Tenggara Timur bertambah satu orang.

Dari data yang diperoleh dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid - 19 kabupaten TTU, pasien yang bersangkutan berinisial, DS (28), warga Ponu, RT. 007 / RW. 003 Kecamatan Biboki Anleu.

Bupati Timor Tengah Utara, Raymundus Sau Fernandez menjelaskan, pasien yang bersangkutan merupakan pelaku perjalanan dari Papua dan saat ini sudah berada di RS Darurat Rusunawa BTN Kefamenanu untuk menjalani perawatan.

Diungkapkan Bupati Ray, saat yang bersangkutan tiba di Pos Oeperigi pada tanggal 24 September 2020, pasien tersebut langsung diantar ke rusunawa lantaran tidak membawa hasil Rapid Test, sehingga yang bersangkutan belum sempat bertemu keluarga sejak tanggal 24 september hingga saat ini.

" ada satu pelaku perjalanan yang datang dari papua dan setelah diperiksa yang bersangkutan diketahui positif corona dan sudah dirawat di rusun " ungkap Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandez kepada RRI, rabu (14/10/2020).

Raymundus menambahkan, sebelumnya pada tanggal 30 september 2020, pasien tersebut mengalami gejala batuk dan menggigil, kemudian dilakukan rapid test dan hasil rapidnya reaktif sehingga pada tanggal 03 Oktober 2020 dilakukan pengambilan swab dan hasilnya Positif.

Dengan bertambahnya satu kasus tersebut, lanjutnya, maka jumlah kasus terkonfirmasi positif di TTU saat ini sebanyak 4 kasus, dengan rincian 1 kasus sembuh sementara 3 lainnya masih dalam perawatan di RS Darurat Rusunawa BTN Kefamenanu.

" saya akan mampir ke rusun untuk melihat perkembangannya, sekaligus melihat yang 2 lainnya, kita juga berharap satu yang dari pertanahan itu dalam satu atau dua hari kedepan segera sembuh " tuturnya

Bupati Ray memastikan, dengan bertambahnya jumlah kasus terkonfirmasi positif corona di kabupaten TTU, maka pemerintah daerah akan kembali memperketat pintu masuk di Pos batas oeperigi lantaran beberapa kasus positif yang terjadi di TTU saat ini lebih dominan merupakan para pelaku perjalanan.

" pos oeperigi yang akan kita perketat dan semua pelaku perjalanan kalau tidak membawa dokumen hasil rapid test dan pemeriksaan suhu tubuh diatas 37 derajat maka wajib dikarantina, meskipun dia menjalankan tugas dinas tetap dikarantina " tegasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00