Bawaslu TTU minta masyarakat aktif awasi dan berani laporkan setiap pelanggaran tahapan Pilkada

Ketua Bawaslu TTU, Marthinus Kolo (kedua dari kanan) bersama para Komisioner Bawaslu TTU serta para peserta Rapat Koordinasi Pengawasan Partisipatif pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati TTU tahun 2020, di Aula Hotel Victory Kefamenanu, kamis (01/10/2020).jpg

KBRN, Kefamenanu: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten Timor Tengah Utara provinsi Nusa Tenggara Timur, meminta warga masyarakat untuk ikut aktif berpartisipasi mengawasi jalannya setiap proses tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati TTU tahun 2020.

Masyarakat diharapkan pro aktif dan tidak takut untuk melaporkan setiap temuan pelanggaran yang didapati di lapangan ke pihak pengawas pemilu, bukan sebaliknya hanya berkoar-koar dan mengungkapnya  ke media sosial (medsos).

Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu TTU, Marthinus Kolo, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pengawasan Pemilihan Partisipatif pada pemilihan bupati dan wakil bupati Timor Tengah Utara tahun 2020, yang berlangsung di hotel victory 2 Kefamenanu, Kamis (01/10/2020).

" Selama ini yang kami dapati, masyarakat lebih cenderung melaporkan dugaan  temuan pelanggaran itu ke medsos dari pada dilaporkan kepada kami (Pihak bawaslu) " ungkap Ketua Bawaslu TTU, Marthinus Kolo kepada RRI, kamis (01/10/2020).

Tiko menuturkan, pihaknya telah berupaya untuk melakukan penelusuran terhadap setiap dugaan pelanggaran yang terekspos ke medsos.

Namun penulusuran tersebut, jelas Tiko, masih terkendala pada syarat- syarat formil dan materiil yang harus terpenuhi dalam sebuah temuan/laporan pelanggaran.

" kita merespon berbagai temuan/laporan dugaan pelanggaran yang ada di medsos. Namun kami alami kesulitan ketika mencari saksi dan bukti-bukti pendukung lainnya, sesuai mekanisme pelaporan sebuah temuan/laporan pelanggaran yang diatur dalam undang-undang " jelasnya.

Maka itu, lanjutnya, kegiatan rapat koordinasi pengawasan pemilihan partisipatif pada pemilihan bupati dan wakil bupati TTU tahun 2020 ini, bertujuan untuk mengajak segenap kelompok masyarakat, untuk turut terlibat aktif dalam mengawasi setiap tahapan pilkada.

Dan keterlibatan yang diharapkan, tambahnya, tidak sekedar mengamati dan melihat realitas tahapan pilkada dan datang untuk memilih, melainkan melakukan pengawasan atas potensi adanya kecurangan yang terjadi  serta melaporkannya kepada Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi proses pilkada dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran pilkada.

" kita berharap masyarakat ini berani melaporkannya secara tertulis sehingga memudahkan kita untuk menindaklanjuti " pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00