BPBD TTU kekurangan Anggaran tangani Bencana Kekeringan

KBRN, Kefamenanu: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur, kekurangan anggaran untuk mengatasi bencana kekeringan yang melanda sejumlah desa di wilayah kabupaten TTU tahun 2020.

Hal tersebut diakui Kepala BPBD TTU, Yosefina Lake saat ditemui RRI diruang kerjanya, senin (28/9/2020).

Yosefina mengatakan, bencana kekeringan yang melanda TTU di tahun 2020, lebih ekstrim dibandingkan dengan kondisi kekeringan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Akibatnya, lanjut Yosefina, berdasarkan laporan masyarakat serta hasil pantauan di lokasi, tercatat 184 desa di TTU mengalami bencana kekeringan.

Dan dari data 184 desa/kelurahan di TTU yang mengalami bencana kekeringan, diketahui 40 desa diantaranya mengalami kekeringan terparah.

" sebagai BPBD kami harus ambil tindakan, oleh karena itu anggaran yang kami siapkan itu, masuk di triwulan ke empat berarti di bulan oktober, karena perhitungan kami kekeringan memuncak di bulan oktober " ungkap Kepala BPBD TTU, Yosefina Lake kepada RRI, senin (29/9/2020).

Diakui Yosefina, alokasi anggaran yang disiapkan oleh BPBD TTU untuk penanggulangan bencana kekeringan di tahun 2020 sebesar 40 juta rupiah, tidak cukup untuk menjangkau seluruh desa yang terdampak bencana kekeringan.

" BPBD TTU menyiapkan uang untuk tahun 2020 itu sebesar 40 juta rupiah, itu untuk 100 tangki air, jadi kami anggap 100 tangki air itu tidak cukup untuk menjawab kekeringan ini " tuturnya

Untuk mengantisipasi kekurangan tersebut, jelas Yosefina, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan yang ditujukan ke BPBD provinsi NTT serta pemerintah pusat.

" saya juga sudah bertemu dengan pak bupati dan pak bupati mengarahkan saya untuk saya mengajukan permintaan lewat Biaya Tak Terduga (BTT) saja " jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00