KPU Belu Gelar Coklit Serentak Di 12 Kecamatan Jelang Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Belu.

Ketua KPU Belu, Mickael Nahak saat dikonfirmasi RRI Atambua terkait kegiatan Coklit, Sabtu (18/07/2020).

KBRN, Atambua : Menunju Pelaksanaan pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Belu, 9 Desember 2020, komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu melaksanakan apel siaga gerakan pencocokan dan penelitian (Coklit) serentak, di 12 kecamatan se kabupaten Belu Sabtu, (18/07/2020) apel dilaksanakan dimasing-masing kecamatan yang diikuti oleh panitia pemilihan kecamatan (PPS) bersama petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP)

“Apel siaga gerakan coklit serentak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kegiatan coklit yang dimulai dari 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020, nantinya dalam melakukan coklit hari ini masing-masing PPDP memilih tiga orang kepala keluarga yang akan dilakukan coklit secara serentak,”Ungkap ketua KPU Belu Mickael Nahak.

Menurutnya, apel siaga Gerakan Coklit Serentak (GCS), bertujuan menjaga semangat Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang akan bekerja dan bergerak serentak mendatangi rumah ke rumah pemilih.

“Diawali apel di kelurahan masing-masing, dimana PPS sebagai pembina apel. GCS ini juga bentuk ajakan keterlibatan tokoh-tokoh di wilayah berbasis TPS masing-masing, mulai tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perempuan, tokoh adat serta masyarakat pemilih yang dijadikan panutan warga di RT dan RW,” terangnya

Lanjut ketua KPU Belu, coklit dilakukan oleh 425 PPDP dengan tujuan kegiatan coklit yang dilakukan untuk memutakhirkan data pemilih sehingga masyatakat yang kategorinya memenuhi syarat sebagai pemilih seperti, pemilih pemula dapat dimasukkan dalam data pemilih sebagai pemilih baru, mencoret pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat, masyatakat yang namanya sudah tercantum dalam data pemilih namun tidak berada ditempat hingga pelaksanaan pemilihan umum dapat dikeluarkan, begitu pula pemilih yang meninggal dunia.

“Petugas kami melalukan coklit dari rumah ke rumah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, karenanya kami berharap masyatakat membantu petugas dengan memberikan data yang akurat, jika terdapat masyatakat yang tidak lagi berada ditempat atau pindah domisili bisa menginformasikan secara terbuka sehingga data yang dihasilkan akurat,”Pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00