Karantina Pertanian Kupang Ungkap 10 Komoditas Unggulan NTT Berpotensi Expor

KBRN. Atambua : Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Kupang menyebut sepuluh jenis komoditas yang berpontesi ekspor di NTT. Komoditi dimaksud yakni, kopra, asam jawa, kemiri, biji mede, gewang, vanili, arang, biji kakao, porang, dan jamur.

“Kesepuluh komoditas ini dari data sistem perkarantinaan, IQFAST, berhasil mencatat nilai perdagangan lalu lintasnya hingga Rp 500 miliar di tahun 2020,” ungkap Kepala Karantina Pertanian Kupang, Yulius Umbu Hunggar dalam keterangan tertulisnya Selasa (22/06/2021).

Terhadap potensi tersebut, Yulius meminta agar komoditas unggulan yang dimiliki NTT ini harus dijaga dan dikembangkan bersama performanya tahun 2021, sehingga memberi kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat NTT.

“Salah satu langkah operasional Karantina Pertanian Kupang yang bisa kami lakukan dalam rangka mendorong komoditas pertanian unggulan NTT agar bisa masuk pasar global, adalah melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) sebagaimana yang sedang dilaksanakan saat ini,” ucap Yulius.

Bimtek bertema pemenuhan persyaratan teknis sanitari dan fitosanitari dan protokol ekspor negara yang di selenggarakan di ruang rapat gedung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini, jelas Yulius merupakan akselerasi Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) Komoditas Pertanian asal NTT.

“Puji Tuhan Bimtek kali ini mendapat sambutan yang baik dari instansi terkait, petani, dan pelaku usaha,” katanya.

Yulius lebih lanjut menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan implementasi Peraturan Menteri Pertanian No. 42 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Peningkatan Investasi dan Ekspor Produk Pertanian. Di mana Badan Karantina Pertanian (Barantan) ditunjuk sebagai koordinator tim gugus tugas peningkatan ekspor produk pertanian.

“Wujud nyata yang dilakukan oleh Barantan antara lain memberikan kemudahan layanan ekspor, menjalin sinergisitas antar-instansi maupun dengan pelaku usaha serta dukungan operasional. Melalui bimtek ini bisa menguatkan sumber daya manusia dan optimalisasi sumber daya alam dengan bijak,” jelasnya.

Bimtek yang diselenggarakan Karantina Pertanian Kupang dihadiri Kepala Bidang Pengelola Perbatasan PLBN Wini, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan TTU, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan TTU, para eksportir, petani milenial, dan kelompok tani, serta instansi terkait lainnya.

Gratieks yang digagas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo itu merupakan sebuah gerakan menyinergikan seluruh entitas terkait, termasuk di NTT, agar dapat lebih memberikan dampak positif bagi petani dan masyarakat. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00