BNN Belu Bangun Sinergitas di Perbatasan RI-RDTL Wujudkan Kota Tanggap Ancaman Narkoba

KBRN. Atambua : Dandim 1605 Belu Letkol.Inf. Wiji Untoro menyambut baik program Badan Narkotika Nasional Kabupaten BNNK Belu untuk mewujudkan Kota Atambua tanggap ancaman narkoba. Dimana pertemuan bersama aparat penegak hukum bagian dari upaya penguatan kapasitas menuju Atambua "Kota Tanggap Ancaman Narkoba".

Menurut Dandim 1605 Belu, program yang dilakukan BNNK Belu sangat baik dan ini bagian dari langkah antisipasi untuk bagaimana melindungi generasi muda, tidak terjerumus dalam penggunaan barang haram yang berdampak buruk terhadap masa depannya. Kamis (17/6/2021).

Ditambahkan, dalam perkembangan, narkoba saat ini sudah menjadi salah satu ancaman terbesar yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dari segi ancaman, narkoba ini sudah jadi alat perang senjata, senjat perang  asimetris perang tanpa bentuk. Jadi, kalau senjata jelas invasi tapi narkoba efeknya lebih hebat kena semuanya baik keluarga bahkan generasi muda sebagai penerus bangsa dapat terkontaminasi," jelasnya.

Untuk itu, sangat mendukung langkah BNNK Belu bersama menjadikan Atambua Kota Tanggap Terhadap Ancaman Narkoba. Apalagi Belu sebagai daerah perbatasan dan beranda depan NKRI.

"Terpenting kita harus bersinergi untuk mencapai tujuan. Semua unsur harus terlibat aktif karena dengan bersatu kita bisa mencegah masuknya narkoba," tegasnya

Kedepan hasil dari pertemuan ini, segera dapat ditindaklanjuti lewat kegiatan dan program bersama termasuk pembentukan satgas narkoba yang melibatkan semua unsur  di perbatasan, harap Dandim 1605/Belu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00